Posted by : prstyaarif Saturday, December 31, 2016

Bumi itu Bulat. Yang Ceper itu Piring.

Halo!!!

Sedikit ga kerasa--sedikit aja, tahun 2016 sesaat lagi akan berakhir.

Dan untuk menutup postingan di tahun 2016 ini, saya akan membagikan cerita mengenai perjalanan saya dan beberapa teman menuju tempat-tempat keren dan menakjubkan di Selatan Provinsi Bengkulu.

Check it Out!

Perjalanan Menuju Kab. Kaur, Provinsi Bengkulu.

Jadi setelah melalui diskusi dan persiapan yang panjang, pada hari Sabtu, 24 Desember 2016 lalu kami berangkat menuju ujung selatan Provinsi Bengkulu. Saya dan 5 orang teman yang keren keren apalagi kalo lagi make kacamata item, berangkat dari Kota Bengkulu sekitar pukul 06.00 pagi. Tujuan kami adalah Desa Merpas, Kec. Nasal, Kab. Kaur, yang berjarak kurang lebih 250 km dari Kota Bengkulu. Desa Merpas merupakan desa terakhir di selatan Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung.

Dari Kota Bengkulu kami menuju Selatan
Dalam perjalanan, sebagian kondisi jalan mulus lancar jaya terutama dari kota Tais menuju Manna dan dari Manna menuju Bintuhan. Selain itu kondisi jalan yang rusak parah harus kami lalui. Sebagian besar pemandangan kami adalah lautan, karena kami menyusuri bibir pantai yang terbentang dari utara sampai selatan Bengkulu. 

Selama perjalanan kami tidak sempat menjumpai angkutan umum yang melayani trayek dari Bengkulu langsung menuju Bintuhan (ibukota Kab. Kaur). Saran kami, kalo pengen ke Kaur, pake mobil pribadi. 

Sekitar pukul 13.00 siang, setelah sebelumnya sempat berhenti untuk makan siang di Semidang Alas Maras (SAM) Kab. Seluma, kami sampai di salah satu pantai dengan pemandangan terbaik yang pernah saya lihat. Pantai Linau namanya. Pantai ini letaknya di Kab. Kaur tak jauh dari kota Bintuhan. Kondisi pantai ini begitu asri dengan air berwarna hijau jernih. Sayangnya, di dekat pantai ini sedang dibangun Pelabuhan Linau sehingga pantai ini tidak bisa dijadiin tempat mandi mandi cantik lagi.

Wajah lelah langsung hilang begitu melihat pemandangan pantai

Pantai Linau, Kab. Kaur

Tiba di Desa Merpas.
Setelah foto foto manja di Pantai Linau, kami melanjutkan perjalanan menuju Merpas. Sekitar pukul 14.30 siang, kami tiba di penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya. Penginapan ini letaknya persis di pinggir pantai yang akan saya ceritakan setelah ini.

Penginapan yang kami hinggapi
Nama pantai ini Pantai Laguna Samudera. Nama panggilannya pantai Laguna. Pantai ini, kalo di peta, letaknya di salah satu teluk di ujung selatan Provinsi Bengkulu. Dengan semua usaha yang telah dilakukan pengelola dan pemerintah setempat untuk mengembangkan pantai ini, Laguna Samudera engga kalah kok sama pantai-pantai lain yang terkenal di Indonesia.

Biaya masuk ke pantai Laguna adalah 10ribu per orang (kendaraan sih waktu itu ga diitung). Dengan karcis kuning tersebut, kamu bebas keluar masuk wilayah pantai dalam hari yang sama selama karcisnya ga ilang.

Fasilitas di pantai ini terbilang lengkap, dari penginapan dengan kamar mandi bersih dan air berlimpah, warung makan, tempat penyewaan ban, perahu motor, dan spot foto foto yang instagrammable ada disini. Memang jumlahnya masih terbatas, kayak penginapan misalnya, di hari-hari libur panjang seperti ketika kami kesana, semua kamar (sekitar 20an kamar) tentu saja dengan cepat segera ludes tersewakan setiap hari.

Biaya sewa kamar berkisar 150ribuan permalam. Kamar ini bisa diisi berapa aja asal nyaman dan tidak bersama orang yang bukan muhrimnya. 

Di tepi-tepian pantai Laguna, terdapat banyak hiasan-hiasan kayu yang dapat menambah nilai estetika dari foto-foto selfie yang kamu petik.





Pantai Laguna Samudera dengan semua pernak perniknya
Di pantai Laguna, kamu juga bisa berwisata naik perahu motor mengelilingi area pantai. Biaya untuk sekali trip perahu adalah 10ribu per orang.

Wisata Perahu Motor
Pantai Laguna cocok banget dipake untuk liburan keluarga dengan semua kemudahan fasilitas yang ditawarkan oleh pengelola. Kamu ga bakal mati gaya karena semua fasilitasnya sangat memanjakan pengunjung. Pengalaman kami berselancar di dunia maya pun sangat lancar dengan sinyal 3G dari provider merah merah yang namanya ada Sel Sel itu. Jadi proses pamer dan hebring di medsos bisa dilakukan segera setelah foto foto diambil.

Buat kalian yang suka renang-renang di pantai, pantai Laguna cocok buat kalian karena kondisinya yang landai. Sebagian besar wilayah lepas pantainya dipakai untuk budidaya rumput laut. Jadi harus hati hati juga jangan sampai merusak mata pencaharian warga disana. Selain itu kalian juga musti hati hati dengan banyaknya karang mati yang tersebar di hampir seluruh bibir pantainya. Sehingga kalo ga hati hati kaki bisa sakit. Ga sampe luka sih, tapi sakit. Ya tapi kan sakit :(

Naik perahu motor tapi ga ada stangnya

Bercanda dan bersenda gurau di pantai Laguna


Wilayah sekitar pantai Laguna yang penuh pepohonan selain jadi makin sejuk, bisa dibuat tempat foto foto
Buat kalian yang sukanya berburu sunset dan sunrise, pantai Laguna menyediakan itu juga loh. Kondisi geografis pantai ini sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Maha Pencipta sehingga kita dapat menikmati terbit dan tenggelamnya matahari di satu lokasi. Sayangnya ketika kami kesana, sunset dan sunrise nya ketutup awan :(

Malam minggu nya, kami berkumpul duduk duduk di tepi lautan di kursi-kursi yang disediakan pengelola. Kami bercengkrama, bersuka ria, membangun hotel, dan membangun keakraban.

Perjalanan Kembali Pulang

Hari Minggu pagi, setelah hunting beberapa foto suasana pagi di pantai Laguna, kami bersiap untuk pulang kembali ke Bengkulu. Sembari pulang, kami sudah merencanakan untuk mengunjungi beberapa tempat yang dijadikan rekomendasi ketika berwisata ke Kaur. Kapan lagi kan?

Sampai Jumpa di lain waktu, Laguna Samudera
Sekitar pukul 09.00 pagi, kami meninggalkan pantai Laguna untuk menuju pantai lainnya yang letaknya tak jauh dari pantai Laguna, hanya sekitar 5 km ke arah Selatan. Pantai ini namanya Pantai Manula. Entah kenapa dinamakan Manula. Mungkin karena usianya sudah lanjut jadi dinamakan Manula. Krik.

Pantai Manula letaknya persis di batas antara Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung. Pantai ini jelas gabisa dipake berenang karena ombaknya gede-gede banget. Berdasarkan penuturan warga sekitar, waktu paling pas untuk ke pantai ini adalah pagi hari antar jam 9 hingga 11 pagi. Karena pada waktu itu air sedang surut sehingga kita bisa turun ke pasir pantainya dan lihat pemandangan yang keren banget. Dan benar saja, ketika sampai di pantai itu, mata kami kembali dimanjakan dengan lukisan lukisan alam, siluet pegunungan, ngarai ngarai dan muara yang indaaaaah banget. Pantai ini kepisah sama muara sungai yang memisahkan kedua provinsi. Dari ujung ke ujung kita akan disuguhkan pemandangan ngarai-ngarai yang bagus banget.

Pantai ini pantai tanpa pengelola, jadi masuknya gratis aja.

Pantai Manula yang indah
Pantai Manula yang segar

Pantai Manula bagian Lampung



Pantai Manula bagian Bengkulu


























Setelah puas foto foto dan menikmati pemandangan indah di Manula, kami melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu. Sembari berjalan, kami kembali singgah di satu lagi pantai yang tak kalah bagusnya yaitu pantai Way Hawang. Pantai ini agak masuk gang yang kondisi jalannya buruk :( sesampainya disana sayang banget kondisi pantainya kotor oleh sampah sampah yang dibawa ombak entah darimana. Kami juga sempat singgah di Danau Kembar, yang berada tak jauh dari sana. Walaupun ya gabisa dibilang danau juga. Lebih cocok dibilang kolam besar yang yagitudeh.

Kaur punya banyak sekali pantai bagus, di dekat Laguna pun masih ada pantai lain yang tak sempat kami singgahi. Belum lagi di sepanjang jalan yang menyisiri bibir lautan. Hanya saja, kalau boleh saran, semua pantai pantai bagus itu sudah harus dikelola dengan baik oleh pemerintah agar dapat mendatangkan manfaat bagus bagi daerah.

Di jalan pulang, kami kembali singgah di Linau untuk kembali menikmati panorama indah di sekitarnya. Tak lupa, kami mencicipi makanan khas daerah sana yaitu sate gurita yang lezat sekali. Beberapa pedagang sate gurita mudah dijumpai di sepanjang pantai Linau. Rumah makan yang didesain menghadap ke lautan lepas membuat nafsu makan makin meningkat.

Teman teman ber selfie ketika sedang makan sate gurita

Kami tiba di kota Bengkulu sekitar pukul 19.00 malam. Perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan terbayar dengan pengalaman dan panorama indah alam Selatan Bengkulu. Bagi yang berdomisili di sekitar Kab. Kaur, Kab. Bengkulu Selatan, Kota Pagaralam, tempat-tempat yang saya bagikan di postingan ini sangat cocok dijadikan sebagai pengisi liburan bersama keluarga dan orang-orang tersayang.

Mari kunjungi Bengkulu. Mari ke Bengkulu. Selamat Tahun Baru 2017, semoga di tahun 2017 makin banyak cita-cita dan harapan yang mampu kita wujudkan bersama.

See you in another adventures!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Site View

Coba lihat lebih ringkas di sini

Work From Home: Sebuah Fenomena.

Saat ini, dunia digemparkan dengan wabah COVID-19. Sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama beken  Corona. Jutaan orang pa...

Prasetya Arif. Powered by Blogger.

Followers

- Copyright © Datang-Tiba-Sampai - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -