Archive for 2016
Pangeran Pantai Selatan Bengkulu: Year End Special Travelling
![]() |
| Bumi itu Bulat. Yang Ceper itu Piring. |
Halo!!!
Sedikit ga kerasa--sedikit aja, tahun 2016 sesaat lagi akan berakhir.
Dan untuk menutup postingan di tahun 2016 ini, saya akan membagikan cerita mengenai perjalanan saya dan beberapa teman menuju tempat-tempat keren dan menakjubkan di Selatan Provinsi Bengkulu.
Check it Out!
Perjalanan Menuju Kab. Kaur, Provinsi Bengkulu.
Jadi setelah melalui diskusi dan persiapan yang panjang, pada hari Sabtu, 24 Desember 2016 lalu kami berangkat menuju ujung selatan Provinsi Bengkulu. Saya dan 5 orang teman yang keren keren apalagi kalo lagi make kacamata item, berangkat dari Kota Bengkulu sekitar pukul 06.00 pagi. Tujuan kami adalah Desa Merpas, Kec. Nasal, Kab. Kaur, yang berjarak kurang lebih 250 km dari Kota Bengkulu. Desa Merpas merupakan desa terakhir di selatan Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung.
![]() |
| Dari Kota Bengkulu kami menuju Selatan |
Dalam perjalanan, sebagian kondisi jalan mulus lancar jaya terutama dari kota Tais menuju Manna dan dari Manna menuju Bintuhan. Selain itu kondisi jalan yang rusak parah harus kami lalui. Sebagian besar pemandangan kami adalah lautan, karena kami menyusuri bibir pantai yang terbentang dari utara sampai selatan Bengkulu.
Selama perjalanan kami tidak sempat menjumpai angkutan umum yang melayani trayek dari Bengkulu langsung menuju Bintuhan (ibukota Kab. Kaur). Saran kami, kalo pengen ke Kaur, pake mobil pribadi.
Sekitar pukul 13.00 siang, setelah sebelumnya sempat berhenti untuk makan siang di Semidang Alas Maras (SAM) Kab. Seluma, kami sampai di salah satu pantai dengan pemandangan terbaik yang pernah saya lihat. Pantai Linau namanya. Pantai ini letaknya di Kab. Kaur tak jauh dari kota Bintuhan. Kondisi pantai ini begitu asri dengan air berwarna hijau jernih. Sayangnya, di dekat pantai ini sedang dibangun Pelabuhan Linau sehingga pantai ini tidak bisa dijadiin tempat mandi mandi cantik lagi.
| Wajah lelah langsung hilang begitu melihat pemandangan pantai |
| Pantai Linau, Kab. Kaur |
Tiba di Desa Merpas.
Setelah foto foto manja di Pantai Linau, kami melanjutkan perjalanan menuju Merpas. Sekitar pukul 14.30 siang, kami tiba di penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya. Penginapan ini letaknya persis di pinggir pantai yang akan saya ceritakan setelah ini.
| Penginapan yang kami hinggapi |
Nama pantai ini Pantai Laguna Samudera. Nama panggilannya pantai Laguna. Pantai ini, kalo di peta, letaknya di salah satu teluk di ujung selatan Provinsi Bengkulu. Dengan semua usaha yang telah dilakukan pengelola dan pemerintah setempat untuk mengembangkan pantai ini, Laguna Samudera engga kalah kok sama pantai-pantai lain yang terkenal di Indonesia.
Biaya masuk ke pantai Laguna adalah 10ribu per orang (kendaraan sih waktu itu ga diitung). Dengan karcis kuning tersebut, kamu bebas keluar masuk wilayah pantai dalam hari yang sama selama karcisnya ga ilang.
Fasilitas di pantai ini terbilang lengkap, dari penginapan dengan kamar mandi bersih dan air berlimpah, warung makan, tempat penyewaan ban, perahu motor, dan spot foto foto yang instagrammable ada disini. Memang jumlahnya masih terbatas, kayak penginapan misalnya, di hari-hari libur panjang seperti ketika kami kesana, semua kamar (sekitar 20an kamar) tentu saja dengan cepat segera ludes tersewakan setiap hari.
Biaya sewa kamar berkisar 150ribuan permalam. Kamar ini bisa diisi berapa aja asal nyaman dan tidak bersama orang yang bukan muhrimnya.
Di tepi-tepian pantai Laguna, terdapat banyak hiasan-hiasan kayu yang dapat menambah nilai estetika dari foto-foto selfie yang kamu petik.
| Pantai Laguna Samudera dengan semua pernak perniknya |
Di pantai Laguna, kamu juga bisa berwisata naik perahu motor mengelilingi area pantai. Biaya untuk sekali trip perahu adalah 10ribu per orang.
| Wisata Perahu Motor |
Pantai Laguna cocok banget dipake untuk liburan keluarga dengan semua kemudahan fasilitas yang ditawarkan oleh pengelola. Kamu ga bakal mati gaya karena semua fasilitasnya sangat memanjakan pengunjung. Pengalaman kami berselancar di dunia maya pun sangat lancar dengan sinyal 3G dari provider merah merah yang namanya ada Sel Sel itu. Jadi proses pamer dan hebring di medsos bisa dilakukan segera setelah foto foto diambil.
Buat kalian yang suka renang-renang di pantai, pantai Laguna cocok buat kalian karena kondisinya yang landai. Sebagian besar wilayah lepas pantainya dipakai untuk budidaya rumput laut. Jadi harus hati hati juga jangan sampai merusak mata pencaharian warga disana. Selain itu kalian juga musti hati hati dengan banyaknya karang mati yang tersebar di hampir seluruh bibir pantainya. Sehingga kalo ga hati hati kaki bisa sakit. Ga sampe luka sih, tapi sakit. Ya tapi kan sakit :(
![]() |
| Naik perahu motor tapi ga ada stangnya |
![]() |
| Bercanda dan bersenda gurau di pantai Laguna |
![]() |
| Wilayah sekitar pantai Laguna yang penuh pepohonan selain jadi makin sejuk, bisa dibuat tempat foto foto |
Buat kalian yang sukanya berburu sunset dan sunrise, pantai Laguna menyediakan itu juga loh. Kondisi geografis pantai ini sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Maha Pencipta sehingga kita dapat menikmati terbit dan tenggelamnya matahari di satu lokasi. Sayangnya ketika kami kesana, sunset dan sunrise nya ketutup awan :(
Malam minggu nya, kami berkumpul duduk duduk di tepi lautan di kursi-kursi yang disediakan pengelola. Kami bercengkrama, bersuka ria, membangun hotel, dan membangun keakraban.
Perjalanan Kembali Pulang
Hari Minggu pagi, setelah hunting beberapa foto suasana pagi di pantai Laguna, kami bersiap untuk pulang kembali ke Bengkulu. Sembari pulang, kami sudah merencanakan untuk mengunjungi beberapa tempat yang dijadikan rekomendasi ketika berwisata ke Kaur. Kapan lagi kan?
![]() |
| Sampai Jumpa di lain waktu, Laguna Samudera |
Sekitar pukul 09.00 pagi, kami meninggalkan pantai Laguna untuk menuju pantai lainnya yang letaknya tak jauh dari pantai Laguna, hanya sekitar 5 km ke arah Selatan. Pantai ini namanya Pantai Manula. Entah kenapa dinamakan Manula. Mungkin karena usianya sudah lanjut jadi dinamakan Manula. Krik.
Pantai Manula letaknya persis di batas antara Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung. Pantai ini jelas gabisa dipake berenang karena ombaknya gede-gede banget. Berdasarkan penuturan warga sekitar, waktu paling pas untuk ke pantai ini adalah pagi hari antar jam 9 hingga 11 pagi. Karena pada waktu itu air sedang surut sehingga kita bisa turun ke pasir pantainya dan lihat pemandangan yang keren banget. Dan benar saja, ketika sampai di pantai itu, mata kami kembali dimanjakan dengan lukisan lukisan alam, siluet pegunungan, ngarai ngarai dan muara yang indaaaaah banget. Pantai ini kepisah sama muara sungai yang memisahkan kedua provinsi. Dari ujung ke ujung kita akan disuguhkan pemandangan ngarai-ngarai yang bagus banget.
Pantai ini pantai tanpa pengelola, jadi masuknya gratis aja.
![]() |
| Pantai Manula yang indah |
| Pantai Manula bagian Bengkulu |
Setelah puas foto foto dan menikmati pemandangan indah di Manula, kami melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu. Sembari berjalan, kami kembali singgah di satu lagi pantai yang tak kalah bagusnya yaitu pantai Way Hawang. Pantai ini agak masuk gang yang kondisi jalannya buruk :( sesampainya disana sayang banget kondisi pantainya kotor oleh sampah sampah yang dibawa ombak entah darimana. Kami juga sempat singgah di Danau Kembar, yang berada tak jauh dari sana. Walaupun ya gabisa dibilang danau juga. Lebih cocok dibilang kolam besar yang yagitudeh.
Kaur punya banyak sekali pantai bagus, di dekat Laguna pun masih ada pantai lain yang tak sempat kami singgahi. Belum lagi di sepanjang jalan yang menyisiri bibir lautan. Hanya saja, kalau boleh saran, semua pantai pantai bagus itu sudah harus dikelola dengan baik oleh pemerintah agar dapat mendatangkan manfaat bagus bagi daerah.
Di jalan pulang, kami kembali singgah di Linau untuk kembali menikmati panorama indah di sekitarnya. Tak lupa, kami mencicipi makanan khas daerah sana yaitu sate gurita yang lezat sekali. Beberapa pedagang sate gurita mudah dijumpai di sepanjang pantai Linau. Rumah makan yang didesain menghadap ke lautan lepas membuat nafsu makan makin meningkat.
Kami tiba di kota Bengkulu sekitar pukul 19.00 malam. Perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan terbayar dengan pengalaman dan panorama indah alam Selatan Bengkulu. Bagi yang berdomisili di sekitar Kab. Kaur, Kab. Bengkulu Selatan, Kota Pagaralam, tempat-tempat yang saya bagikan di postingan ini sangat cocok dijadikan sebagai pengisi liburan bersama keluarga dan orang-orang tersayang.
Mari kunjungi Bengkulu. Mari ke Bengkulu. Selamat Tahun Baru 2017, semoga di tahun 2017 makin banyak cita-cita dan harapan yang mampu kita wujudkan bersama.
| Teman teman ber selfie ketika sedang makan sate gurita |
Kami tiba di kota Bengkulu sekitar pukul 19.00 malam. Perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan terbayar dengan pengalaman dan panorama indah alam Selatan Bengkulu. Bagi yang berdomisili di sekitar Kab. Kaur, Kab. Bengkulu Selatan, Kota Pagaralam, tempat-tempat yang saya bagikan di postingan ini sangat cocok dijadikan sebagai pengisi liburan bersama keluarga dan orang-orang tersayang.
Mari kunjungi Bengkulu. Mari ke Bengkulu. Selamat Tahun Baru 2017, semoga di tahun 2017 makin banyak cita-cita dan harapan yang mampu kita wujudkan bersama.
See you in another adventures!
Semalam di Pagaralam: Arung Jeram Nyam Nyam [Latepost]
Halo!
Ketemu lagi di postingan jalan jalan saya.
Kali ini saya akan nyeritain pengalaman berharga (gratisan) yang saya dapatkan beberapa minggu yang lalu.
Ya, beberapa minggu yang lalu.
Latepost banget kan.
Jangan protes dulu...
Latepost ini terjadi karena saya perlu ngumpulin data-data yang akurat terkait tempat yang telah saya kunjungi ini.
.
.
.
.
.
Selain karena akhir-akhir ini sibuk banget ngupasin kerang --"
.
.
Oke di postingan kali ini, sesuai judul, saya bakal nyeritain pengalaman waktu ikut acara Family Gathering kantor di Pagaralam.
Dan sesuai judulnya juga, bahwa postingan ini adalah sebuah Latepost, yang secara harfiah adalah sebuah postingan yang dipublikasikan secara telat atau terpaut jauh dengan waktu kejadian sehingga menghilangkan unsur aktualitasnya.
Jadi beberapa bulan sebelum Agustus 2016, kantor kami berencana mengadakan Family Gathering untuk meningkatkan keakraban dan produktivitas dalam bekerja, sekaligus menyegarkan kembali fikiran dan menghilangkan kepenatan selama bekerja. Setelah mencari-cari referensi tempat liburan yang cocok, akhirnya dipilihlah Kota Pagaralam sebagai tujuan Family Gathering kami. Pagaralam dipilih karena secara lokasi tidak terlalu jauh dari Curup, selain itu fasilitas hiburan disana juga cukup lengkap.
Perjalanan ke Pagaralam
Sabtu, 27 Agustus 2016, sekitar pukul 08.00 WIB pagi kami bersiap di kantor untuk berangkat menuju Pagaralam. Kami menyewa bus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) sebagai sarana transportasi ditambah dengan mobil dinas kantor yang disupiri oleh driver driver berpengalaman dan kuat ototnya.
| Berdoa dulu sebelum berangkat agar selamat di perjalanan |
Sekitar pukul 09.00 Pagi, setelah memastikan semua peralatan telah siap, kami berangkat menuju Pagaralam.
![]() |
| Rute Curup-Pagaralam |
Perjalanan dari Curup menuju Kota Pagaralam memakan waktu sekitar 4 jam melewati beberapa kota seperti Kepahiang, Pendopo, dan lain-lain. Jalur yang kami lewati (seperti yang tertera pada gambar diatas) sebenarnya adalah jalur yang terkenal sebagai jalur yang cukup rawan dan kurang aman. Terlebih di perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Selain rawan pungli dan perampokan, kondisi sebagian ruas jalan yang rusak membuat perjalanan tidak begitu lancar. Namun syukurnya, perjalanan kami aman tanpa ada suatu kendala apapun walaupun di beberapa titik masih ada pungutan retribusi oleh masyarakat lokal. Mungkin keberadaan bus polisi yang kami tumpangi membuat nyali para rampok menciut bagaikan kerupuk yang tercebur ke air.
Sekitar pukul 13.00 WIB kami tiba di alun-alun Kota Pagaralam. Disini kami menunaikan sholat zuhur terlebih dulu di mesjid alun-alun dan menunggu petugas dari Pagaralam Rafting untuk mengantarkan kami menuju penginapan.
| Masjid Taqwa di Alun-Alun Kota Pagaralam |
Akomodasi
Setelah bertemu petugas dari Pagaralam Rafting, kami diajak menuju lokasi penginapan. Dalam perjalanan menuju penginapan, kami berhenti di rumah makan untuk melaksanakan prosesi makan siang dengan khidmat.
| Rumah Makan Lesehan Lagenda tempat kami makan siang secara lesehan |
Rumah makan ini merupakan rumah makan rekanan dari Pagaralam Rafting yang dijadikan tempat kami makan selama di Pagaralam (makan siang dan makan malam pada hari Sabtu).
| Kita makan dulu agar kuat menghadapi liburan |
Dari alun-alun Pagaralam, butuh waktu sekitar 20-30 menit untuk menuju penginapan kami. Lokasi nya berada di kaki gunung Dempo di antara luasnya perkebunan teh Pagaralam.
| Villa tempat kami menginap |
Setibanya di villa, hujan turun dengan derasnya sehingga hampir saja kami melanjutkan kegiatan dengan tidur-tidur manja. Untung saja teman-teman membawa banyak cemilan dan mainan yang bisa digunakan sebagai bahan yang manis untuk menunggu hujan reda.
Di kompleks villa ini banyak terdapat bangunan penginapan dengan berbagai jenis. Villa yang kami gunakan terdiri dari 3 kamar di setiap villa. Masing-masing kamar cukup digunakan oleh 3 orang dengan seukuran manusia Indonesia yang gizinya engga tinggi-tinggi amat. Setiap kamar juga memiliki kamar mandi sendiri dengan shower dan air panas yang berguna banget dalam kondisi cuaca dataran tinggi yang adem adem syahdu.
| Penampakan villa dari belakang |
| Pemandangan di balkon belakang villa |
| Ruang tamu villa dengan cemilan dan mainan yang banyak dan manis |
Harga sewa villa ini sekitar 1.5 juta rupiah per rumah dan harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kehendak dari pihak hotel dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan variabel-variabel lain yang diperlukan.
Akomodasi di villa ini sangat nyaman dan cocok digunakan sebagai tempat liburan bagi keluarga. Fasilitas yang diberikan juga cukup lengkap. Kompleks villa ini dijadikan sebagai one stop entertainment point yang memiliki restoran dengan live music, ruang pertemuan, kamar-kamar yang nyaman dan lain sebagainya. Banyak juga spot spot foto yang instagrammable yang menambah koleksi foto di galeri smartphone anda.
Kebun Teh Sepanjang Mata Memandang
Tepat ketika waktu Ashar tiba, cuaca mulai sedikit berkompromi dengan kami. Hujan mulai reda dan setelah menunaikan shalat, kami melanjutkan acara menuju lapangan di dataran yang lebih tinggi di perkebunan teh untuk foto bersama.
Kompleks villa ini dikelilingi oleh hamparan kebun teh yang sangat luas dan berbukit-bukit. Sejauh mata memandang, hamparan hijau pepohonan teh begitu menyejukkan mata. Di sisi jauh, nampak berdiri kokoh Gunung Dempo dengan puncak yang saat itu tertutup awan mendung. Pemandangan yang sebenarnya hampir mirip dengan suasana di Curup namun disini lebih dikelola dengan profesional dan pariwisatatif (?). Di salah satu sisi kebun teh, terdapat undakan tangga yang digunakan sebagai jalur utama menuju puncak kebun teh (walaupun bukan puncak banget karena puncak kebun teh masih sampai punggung Gunung Dempo). Di ujung barisan tangga terdapat lapangan yang biasa dipake buat foto bersama dan bercanda-tawa sembari menikmati perkebunan teh dari ketinggian. Di lapangan tersebut juga terdapat fasilitas quadmotor/ATV yang bisa disewa dengan harga 30ribu per 30 menit mengelilingi lapangan luas.
| Naik Motor Motoran dulu |
| Berpose dulu di jalur "pendakian" kebun teh |
| Pemandangan kebun teh dan kota Pagaralam (yang tidak terlihat) dari ketinggian |
| Berfoto bersama dengan latar Gunung Dempo agar para pemirsa percaya kalo kami memang benar benar ke Pagaralam |
Keunggulan dari sarana dan prasarana di hotel ini menurut saya adalah fleksibilitas yang diberikan oleh pihak hotel kepada tamu yang datang. Seperti pada Sabtu malam ini kami meminta agar dapat diadakan acara bakar-bakar jagung untuk menghangatkan tubuh di cuaca pegunungan yang dingin. Pihak hotel dengan profesionalismenya melayani permintaan kami dengan menyiapkan peralatan bakar-bakar sembari kami menikmati santap malam di rumah makan Lagenda. Pihak hotel akan mengusahakan permintaan yang diajukan tamunya untuk menjaga kenyamanan selama menginap di kompleks hotel.
| Bakar Jagung agar badan hangat dan jiwa sehat |
Untuk malam hari, setelah bakar jagung, kami memiliki waktu bebas masing-masing. Sebagian dari kami lantas beristirahat setelah letih dalam perjalanan dan menyiapkan tenaga untuk acara hari Minggu yang akan lebih melelahkan. Namun, bagi anda yang menginginkan acara lain, pihak hotel mengadakan live music band di restoran yang disulap bagai kafe yang bisa dinikmati semua tamu hotel. Menurut pendengaran saya, live music masih berlanjut hingga pukul 04.00 dinihari. Minggu yang indah. Anda juga bisa hunting foto-foto night-landscape dengan kerlap kerlip lampu di sekeliling kompleks hotel yang akan lebih membuat galeri smartphone anda lebih variatif.
Arung Jeram!!!
Esok harinya, hari Minggu, 28 Agustus 2016 adalah hari terakhir kami di Pagaralam. Hari itu akan kami habiskan dengan mengarungi Jeram bersama Pagaralam Rafting. Sebelum berangkat menuju lokasi arung jeram, kami melaksanakan sarapan dulu di restauran hotel agar tubuh menjadi fit dan siap menaklukkan sungai Lematang yang buas.
| Sarapan dulu agar kuat berenang |
Sekitar pukul 9.30 pagi kami tiba di lokasi rafting. Di starting point ini sudah tersedia peralatan arung jeram seperti perahu karet, rompi pelampung, helm pelindung, dayung dan lain sebagainya.
| Persiapan dulu sebelum berenang |
| Berfoto bersama para perenang-perenang yang handal dan bandel |
Sebelum mulai pengarungan, kami diberikan pengarahan singkat mengenai hal-hal yang harus dilakukan apabila tercebur ke air dan lain sebagainya. Pengarahan diberikan oleh guide yang profesional dan telah memiliki sertifikat sebagai guide yang terlatih untuk arung jeram.
| serius mendengarkan arahan guide |
| Kami bersenang-senang bermain air |
Agak berbeda dengan tubing rafting, pada arung jeram berperahu seperti ini, kerjasama tim sangat menentukan kelancaran kita dalam mengarungi sungai. Kekompakan masing-masing anggota perahu dalam mendengarkan aba-aba yang diberikan guide sangat penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tercebur ke jeram, perahu terbalik, dan sebagainya.
Pada awal-awal pengarungan, karena terlalu bersemangat mungkin, kami tidak terlalu mendengarkan aba-aba guide sehingga perahu kami menabrak batu di tengah jeram sehingga saya, sebagai salah satu anggota tim yang berada pada posisi paling depan, tercebur ke tengah derasnya jeram.
| Apakah pembaca melihat seorang yang berenang di antara batu-batu? |
Biaya untuk rafting bersama Pagaralam Rafting adalah 360.000 per orang. Apabila ada 30 orang, ada diskon khusus menjadi 300.000 per orang. Harga bisa berubah sewaktu-waktu loh.Bagi kalian yang berniat menggunakan kamera aksi (action cam), gunakanlah tongsis yang memiliki ujung tali yang bisa diikat di pelampung. Jangan memegang kamera di tangan karena dapat membahayakan diri dan memecah fokus. Selain itu hasil video dengan kamera di tangan tidak akan memuaskan.
Bagi kalian yang tidak sempat membawa action cam, tenang aja, sudah ada petugas dokumentasi khusus dari Pagaralam Rafting yang stand by di spot-spot tertentu. Ada juga petugas yang khusus membuat video dokumentasi dengan action cam yang mengambil gambar secara bergantian antar perahu. Kalian akan diberikan file foto dan video di finish point sebagai bahan untuk menuh-menuhin media penyimpanan digital anda.
Setelah mengarungi hamparan sungai, sekitar pukul 2 siang, kami tiba di finishing point. Di titik akhir ini ada sebuah jembatan gantung terbentang membelah sungai yang bisa digunakan oleh peserta arung jeram untuk lompat-lompat indah sembari menguji adrenalin. Video kami lompat-lompat dapat dilihat pada bagian akhir video dokumentasi yang saya buat yang link videonya akan saya taruh di akhir postingan ini.
Finishing Point Pagaralam Rafting merupakan sebuah rumah serbaguna yang menyediakan makan siang bagi peserta serta kamar mandi dan toilet untuk membersihkan diri setelah berbasah-basahan selamat mengarungi sungai.
Selepas waktu ashar, kami berkemas untuk pulang ke Curup. Di perjalanan menuju Curup kami mampir ke kios oleh-oleh dan souvenir Pagaralam untuk membeli buah tangan untuk buah hati.
Begitulah kiranya perjalanan saya bersama rekan kantor di Pagaralam. Kami tiba di Curup sekitar pukul 22.00 malam dan keesokan harinya kami harus memulai kembali Senin dengan semangat baru dan pegal-pegal yang baru.
Overall, bagi kalian yang berdomisili di sekitar Pagaralam atau bagi yang ingin mencari ketenangan dan kesegaran baru, Pagaralam bisa menjadi salah satu tujuan wisata anda bersama rekan kantor ataupun keluarga. Pagaralam dengan semua keunikannya membuat wisata anda menjadi lebih berkesan.
Bagi kalian yang ingin nanya-nanya informasi terkait Pagaralam Rafting, bisa kontak penyelenggaranya di sini:
Oiya, video dokumentasi selama di Pagaralam sudah saya rangkum dan upload di youtube yang bisa kalian tonton di channel saya atau melalui link berikut ini:
| Lompat-lompat bersama anak-anak lokal |
| Makan siang dulu sebelum pulang |
Pulang!!!
| Pagaralam mantap... |
Overall, bagi kalian yang berdomisili di sekitar Pagaralam atau bagi yang ingin mencari ketenangan dan kesegaran baru, Pagaralam bisa menjadi salah satu tujuan wisata anda bersama rekan kantor ataupun keluarga. Pagaralam dengan semua keunikannya membuat wisata anda menjadi lebih berkesan.
Bagi kalian yang ingin nanya-nanya informasi terkait Pagaralam Rafting, bisa kontak penyelenggaranya di sini:
Oiya, video dokumentasi selama di Pagaralam sudah saya rangkum dan upload di youtube yang bisa kalian tonton di channel saya atau melalui link berikut ini:
Sampai jumpa di postingan jalan-jalan berikutnya!









