Posted by : prstyaarif Monday, November 18, 2013

HELLO GOOD PEOPLE!!

Fyuh, sebelumnya mohon maaf dulu buat semua pengunjung setia blog ini. Beberapa bulan sempat vakum ngeblog karena sedang sibuk-sibuknya ngurusin pendidikan demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.

Nah, untuk memulai kembali postingan di akhir tahun 2013 ini, yang mungkin jadi postingan penutup tahun ini, mari kita mulai dengan pengalaman tak terlupakan yang gue alamin selama kurang lebih 3 mingguan terakhir ini. APA ITU? Let's see!!
Nah guys. Setelah gue di wisuda pada akhir Oktober kemarin (tjie wisudawan terbalik terbaik), gue bersama beberapa teman mulai merancang rencana untuk mengisi sedikit waktu kosong yang bakal kami miliki. Karena hobi gue dan temen gue kebetulan sama, TRAVELLING, maka jadilah, kami merencanakan perjalanan ke beberapa daerah yang masih berada di Pulau Jawa. Oleh karenanya, perjalanan ini kami namakan JAVATRIP2013. 

Sebelumnya gue kenalin dulu temen temen gue yang bakal gue ceritain disini. Ada 2 orang, namanya Adi dan Aji. Udah cukup gitu aja. Ga perlu pake foto, kalian cukup ngebayangin deskripsi yang bakal gue berikan tentang dua orang ini.

Adi, nama lengkapnya SLAMET RIYADI (dia minta dipanggil ADI, tapi tetep aja semua orang yang melihatnya akan memanggilnya SLAMET). Orangnya ga terlalu tinggi, ga terlalu kurus, ga terlalu gemuk, rambutnya jambulan, suka pake jaket besbol. Jika dilihat dari ketinggian 1020 mdpl, ia akan menjadi mirip Shah Rukh Khan. Jika dari dekat, ia akan terlihat seperti Kristian Sugiono....................yang lagi kena sembelit.

Aji, nama lengkapnya PRATIG AJIROGO (keren kan?), sebenarnya panggilan sayang kami kepadanya adalah Jiro. itu adalah nama tengahnya yang AJIROGO, jadi ya JIRO. Item manis (manis banget sampe suka di kerubutin semut), tinggi semampai, punya jaket yang itu itu aja kesayangan warna abu abu, kalo jalan sambil tangannya di kantong celana, ia akan mirip banget sama Daniel Radcliff..............ya minimal mirip burung hantunya si Harry Potter lah.

Nah itu temen temen yang nemenin gue melewati perjalanan ini. Jika nama kami tergabungkan, maka akan terbentuk rangkaian 3 huruf A, Arif, Adi, Aji, alias AAA. Illuminati sekali kan?!

Selanjutnya gue bakalan ngasih tau dulu rute perjalanan kami. JavaTrip ini gue bagi jadi tiga bagian besar. Bagian pertama adalah Yogyakarta dan sekitarnya (Muntilan dan Klaten). Bagian kedua adalah Probolinggo dan sekitarnya (Surabaya, Pasuruan, Malang). Bagian ketiga adalah Brebes-Tegal dan sekitarnya.

Postingan tentang JavaTrip ini akan gue bagi jadi tiga bagian juga sesuai dengan bagian perjalanan kami. Tanpa berpanjang lebar lagi, langsung aja kita masuk ke bagian pertama dalam perjalanan indah ini!

Yuk Capcus~~~

Yogyakarta!!!
Sebenarnya ini bukan kali pertama gue ke Jogja. Sebelumnya gue udah beberapa kali mengunjungi kota ini. Perjalanan ke Jogja dimulai pada tanggal 28 Oktober 2013 selama kurang lebih semingguan sampe tanggal 2 november 2013.

Namun sayang sekali, pada perjalanan ini temen gue si Adi tidak bisa ikut berpartisipasi. Karena apa? ya pokoknya gabisa aja gitu deh. Biar ga pusing. Jadilah gue berdua sama Aji doang yang ikut trip ini. Gapapa. Yang penting kehangatannya sama.

Gue berangkat dari stasiun Senen pada hari Senen tanggal 28 Oktober 2013, hari itu cerah, bertepatan dengan sumpah pemuda, gue, dengan semangat kepemudaan, berangkat membelah panjangnya rel kereta menuju Yogyakarta. Sendirian. Loh kok? Katanya sama Aji?

Nah jadi keberangkatan kami menuju Yogya tidaklah berbarengan, Aji sudah berangkat terlebih dahulu pada Minggu malem, 27 Oktober 2013. Esoknya giliran gue yang nyusul. Gitu. Ketidakbarengan ini terjadi akibat keterbatasan kuota tiket Kereta Api yang disediakan oleh pemerintah (bilang aja karena telat mesan tiketnya!).

Dari stasiun Senen gue berangkat dengan Kereta Api PROGO jurusan Stasiun Senen - Solo Jebres yang melewati stasiun Lempuyangan, Yogya, tempat gue nanti bakal turun. Harga tiketnya? 50 ribu! kok bisa? jadi ini merupakan program dari PT.KAI yang memberikan subsidi khusus bagi kereta-kereta ekonomi AC jarak jauh sebesar 50 persen booook!!!. Tapi sayang banget promo ini cuma berlaku sampe akhir tahun 2013 doang, mulai tahun depan kayanya udah kembali ke harga normal semua :(. Makanya kalo kalian pengin ngerencanain travelling murah di sekitaran pulau jawa sebisa mungkin laksanain tahun ini, mumpung murah!

Perjalanan menuju Yogya membutuhkan waktu sekitar 9-10 jam-an lah. Gue berangkat sekitar jam 1 siang, dan tiketnya bilang kalo gue bakal nyampe sekitar pukul 10 malem. Melakukan perjalanan jauh, sendirian, di tengah orang-orang yang asing bagi kita, bukanlah perkara gampang untuk dilalui. Terutama bagi orang-orang kayak gue yang kalem dan kurang bisa kenal cepat dengan orang baru. Gue sempat stres menghadapi perjalanan ini. Gue meronta-ronta di kursi kereta ekonomi yang berhadap-hadapan (3 orang-3 orang). Gue ga kuat! gue sempat ingin menyerah! untung saja mbak-mbak di depan gue adalah orang yang pengertian, sehingga gue dibina dan ditempa menjadi pribadi yang lebih kuat lagi.
Tips: Ketika melakukan perjalanan darat yang jauh (sampe belasan bahkan puluhan jam), sebisa mungkin jadilah orang yang humble. Kenalan atau ngobrol dengan orang-orang yang berdekatan duduknya dengan kita bakal bikin perjalanan jauh itu ga terlalu kerasa capeknya. Terutama ketika lo naik kereta ekonomi AC yang memang kayanya di desain dengan penuh kekeluargaan. Bangku yang berhadap-hadapan membuat lo memang harus berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lo. JANGAN DIAM aja kek kucing ditinggal kawin.
Singkat cerita, kereta gue akhirnya memasuki stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Saat itu waktu menunjukkan pukul 11 malam kurang dikit deh. Lumayan ngaret sih. Tapi ga papalah. Yang penting sampai dengan selamat sentausa.

Di Lempuyangan gue dijemput oleh salah seorang teman baik yang berasal dari kampung yang sama yang kebetulan sedang menimba ilmu di Yogyakarta. Ilmu apa? Gue juga kurang paham, terakhir masih ilmu pengetahuan. Namanya Eko a.k.a Yulis. Orangnya kurus juga tinggi. Rambutnya ikal. Jika sedang bermain gitar maka ia akan terlihat seperti Pak Jokowi yang sedang blusukan. Dikerubungin! 

Dari stasiun gue diajak Eko buat nonton konser Jazz di dekat sana. Namanya Jazz mben Senen. Itu emang udah lama ada, konser Jazz emperan yang diadakan tiap senin malem. Asik deh! Lokasinya kalo ga salah denger dari Eko namanya gedung Kompas. Kompas apa gue juga ga ngerti. Hehe Hehe. Walaupun gue dateng di penghujung acara, tapi lumayan bikin capek ilang. Mungkin karena gratis kalik. #kelakuan

Malem ini gue nginep di tempat Eko. Menghabiskan malam berdua, bercerita nostalgia. berdiskusi mengenai teman teman lama. Dan tidur.

Prambanan!!!
Hari Selasa, 29 Oktober 2013, yang kebetulan bertepatan dengan ulang tahun sahabat kami, Adi a.k.a Slamet, gue udah janjian sama si Jiro buat ketemuan di Yogya. Fyi, Jiro nginep di tempat om nya di Muntilan, Magelang, kurang lebih satu jam perjalanan dari Yogya. Jadwal kami hari ini adalah mengunjungi cecandian yang ada di kompleks candi Prambanan!! Gonna be awesome!

Sekitar jam 10an kami berangkat ke Prambanan. 10 pagi. dan panas. dan terik! MANTAP! perjalanan menuju Prambanan ditempuh kurang lebih satu jam. Kebetulan kami mengendarai sepeda motor sehingga dapat sedikit lebih cepat menempuh perjalanan ini.

Sekitar jam 11 siang kami tiba di Prambanan. Sebenernya gue pernah juga kesini, tapi itu dulu, duluuuuuuuuuu banget, kelas 1 SD -_- waktu gue masih imut-imutnya dan belum tahu apa arti kehidupan. Yang gue inget dari prambanan dulu adalah topi anyaman yang sering dipake ke pantai, sama duduk di pangku ibu di atas batu candi. Selain itu nihil. Makanya kunjungan kali ini bakal gue manfaatin buat nginget setiap detil sudut candi agar kelak anak dan cucu gue bisa gue ceritain bagaimana bentuk candi prambanan itu. 

Tiket masuk ke candi saat itu adalah 30ribu rupiah. Ya lumayan mahal sih bagi ukuran backpacker ga modal seperti kami ini. Tapi itu cukup worth kok buat nikmatin keseluruhan bangunan dan kompleks candinya.

Latarnya itu bukan editan. ASLI!
Wisata candi Prambanan sebenernya adalah wisata sejarah ya. Ya dari sana kan kita bisa ngelihat gimana orang-orang jaman dulu banget ngebangun candi yang terdiri atas susunan batu-batu berat yang saling mengunci satu sama lain. Selain itu dari relief candinya kita bisa belajar banyak cerita zaman kerajaan Hindu dulu. Pokoknya seru! selain itu, di kompleks candi ini juga terdapat museum, pertunjukan sendratari gitu (biasanya sore kalo ga ujan), ada fasilitas sewa tandem bike (sepeda yang kayuhannya ada dua, buat dua orang itu looooh!!) keliling kompleks candi, banyak tempat jual pernak pernik juga. Murah, dan asik!

Gue bersama Ariel Noah a.k.a Jiro dengan latar belakang Candi Prambanan

Namun sayang, akibat gempa yang menghantam Yogya beberapa tahun lalu, beberapa bagian candi ada yang runtuh, beberapa batu candi ada yang diganti dengan batu baru dan sedang dalam proses pemahatan sehingga relief candi tidak sepenuhnya dapat dinikmati.

Selesai berkeliling kompleks utama candi prambanan, kami bergegas menuju museum. Seperti biasa, kalo berkunjung ke situs situs sejarah, sempatkan berkunjung ke museumnya (jika ada). Karena biasanya di museumnya ada penjelasan dari situs situs sejarah yang kita kunjungi tersebut. Selain itu, dengan mengunjungi museum kita bisa sekalian berdiri diam sejenak di bawah AC ruangan. PANASNYA NUSUK BRO!
Tips: Kalo berkunjung ke Prambanan ataupun tempat-tempat terbuka, usahakan jangan tengah hari bolong kayak yang kami lakukan. Selain panas banget nusuk ubun ubun, wisata kalian akan susah dinikmati karena gampang capek kepanasan.
Sebagian kecil koleksi museum (yang baju merah bukan koleksi, hanya pengunjung biasa)

Selesai berkeliling museum, kami menyempatkan coba coba naik sepeda tandem. Biaya sewanya cuma 10ribu dan diberikan jatah waktu 30 menit buat berkeliling kompleks candi Prambanan. Naik sepeda tandem itu ga enak menurut gue, karena harus sinkronisasi gerakan kayuhan dengan teman belakang lo. Iya kalo lo dapet temen yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Kalo engga? ya lo harus tahan dengan teriakan teriakan takut jatuh dari belakang. Padahal kalopun jatuh kan jatuhnya berdua, bukan dia doang. Huf.
Itu namanya sepeda tandem
Sekitar jam 3 sore kami mengakhiri wisata candi Prambanan kami. Seru! Selain penuh foto-foto, wisata ke situs sejarah juga pastinya menambah pengetahuan akan masa lampau Indonesia yang kaya! semakin cinta bangsa lah! HIDUP PEMUDA!

Dari prambanan kami menuju Muntilan, tempat om-nya Jiro. Ya, malem ini gue bakal nginep disana menghabiskan malam di Muntilan yang (katanya) dingin, padahal biasa aja. Ya ga dingin dingin banget. Ya dingin sih jadinya kalo lo tidurnya beralaskan balok es (limbaaat kaleeee). Ya gitu deh.

Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk mencapai kediaman Om-nya Jiro di Muntilan. Nama desanya gue lupa tapi yang pasti masih masuk masuk jauh lagi dari pusat kota Muntilan. Begitu nyampe kami langsung disambut hujan deras membasahi bumi. Nice timing! Tibalah waktunya istirahat menuju esok hari yang indah di kota Muntilan.

Boro Boro? BOROBUDUR!!
Rabu,  30 Oktober 2013. Pagi itu cerah di suatu desa di Muntilan, Magelang. Kami bersiap melanjutkan perjalanan menuju salah satu situs sejarah yang pernah menjadi keajaiban dunia. BOROBUDUR!!!
kediaman om-nya Jiro ga begitu jauh dari Borobudur. Cuma butuh waktu sekitar setengah jam berkendaraan. Dengan mengendarai motor lakik, kami, para lelakik, bersiap menaklukkan borobudur!!

Ini kali pertamanya gue ke borobudur, kalo selama ini cuma ngelihat di buku buku RPUL doang, kali ini gue bisa ngelihat langsung kemegahan mahakarya Indonesia itu. Baguuuuus!!

Tiket masuk Borobudur sama kayak prambanan, 30ribu rupiah. Karena borobudur merupakan situs yang udah terkenal dimana-mana, jadi disini lebih banyak nyediain tempat makan, ada area khusus buat para pedagang souvenir khas borobudur dan budaya Jawa. dan lebih banyak turis mancanegara yang berkunjung. 

Latarnya bukan editaaaan koooook

Enaknya di borobudur, banyak terdapat kelompok kelompok pengunjung yang sedang dipandu sama tour guidenya. Enaknya dimana? ya enaknya bagi orang orang kayak gue ini, bisa curi curi dengar tentang apa yang sedang mereka ceritakan. Ini bagus loh! selain lo ga perlu ngeluarin biaya mahal buat nyewa tour guide, lo juga bakal dapat ilmu gratisan tentang borobudur. Pura pura ngelihat relief aja sambil ngikutin kemana kelompok pengunjung itu melangkah. haha!

Wisata borobudur ya ga jauh beda kayak prambanan, wisata sejarah. Bedanya adalah kalo di prambanan kita gabisa naikin itu candi karena emang ga ada akses nya, cuma bisa masuk doang melalui pintunya. Kalo borobudur, kita bisa naik sampe stupa paling atas dan dari sana kita bisa melihat pemandangan alam yang menakjubkan. ASOY!
Tips: Bawalah air minum yang cukup bila berkunjung ke candi Borobudur, terutama kalo kalian berkunjung nya jam 11 siang seperti yang kami lakukan saat itu. karena bakal capeeeeek banget dan di atas candi sana ga bakal ada yang jualan minuman! tapi tetap inget, jangan pernah buang sampah sembarangan! jaga dan rawat kekayaan negara kita!
Ga banyak yang kami kelilingi dari borobudur selain bangunan candi utamanya. Karena selain cuacanya panas menusuk hati, waktu yang kami punya tidaklah banyak karena kami harus segera ke Klaten, tempat dimana kami akan menghabiskan malam ini. Akhirnya sekitar pukul 12.30 siang, kami beranjak dari Borobudur menuju Klaten! JAUHNYA!!

Klaten, kampung halaman kedua...
Klaten itu kampung halamannya bokap gue. Bokap lahir dan besar disana, di desa Trucuk. Kalo ga salah itu nama daerahnya. Kalo ke Jogja, gue selalu nyempetin ke klaten, karena disana enak banget, BANGET! Ya namanya kampung halaman, gue selalu merasa sedang berada di rumah sendiri kalo lagi di Klaten. Ditambah ramahnya sodara-sodara dan handai taulan di sana jadi bikin betah. Tapi ya sayang juga gue cuma punya waktu semalem disana karena besoknya harus kembali ke Jogja untuk meneruskan petualangan.

Dalam perjalanan ke Klaten kami diguyur hujan deras sederas-derasnya hujan, terutama waktu ngelewatin ring road utara Jogja. Namun anehnya waktu masuk wilayah Klaten, cuaca mulai berubah panas, yang lama lama terik. Alhasil kami terlihat seperti orang hilang arah yang make jas hujan lengkap di tengah cuaca terik. Dilema Pancaroba. 

Nyampe Klaten, seperti biasanya, tante gue langsung menyambut dengan hangatnya, disuguhin macem macem makanan sampe puas banget makan. Pokoknya enak, nyaman, dan gratis! haha.

Kamis 31 oktober 2013 gue harus kembali ke Jogja, sedih juga sih ga bisa lama lama di Klaten. Tapi ya apa boleh buat karena keterbatasan waktu, yang penting udah di kunjungin. Lain kali pasti kunjungannya lebih lama deh tan! hehe.

Dalam perjalanan ke Jogja, gue sama Jiro nyempetin singgah ke kediaman salah satu teman kampus kami, Hamdani alias mas ham alias Sontol! Rumahnya ga terlalu jauh dari kediaman keluarga gue. Disana kami disambut hangat oleh si tuan rumah dan disuguhi panganan panganan yang lezat! Thanks Hamdani! semoga kita dapat berjumpa kembali!!

Thanks mas Hamdan!
Dari Klaten kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Gue diturunin Jiro di terminal Giwangan (kalo ga salah). Sementara doi pulang kembali ke Muntilan. Agak jahat sih tapi yaudahlah namanya juga numpang. haha. Dari terminal gue naik TransJogja (semacem busway-nya Jogja lah) menuju Malioboro. dari Malioboro tinggal jalan dikit nyampe tempat gue bernaung di Jogja, di kediamannya temen sekampung yang lainnya, Dimas. 

Temen temen di Jogja memang paling asik! Sambutannya hangaaat banget kek kolak buka puasa. Malem Jumat yang syahdu itu kami rame-rame kumpul, ketawa ketiwi sambil main game bola yang sedang ngetren di jamannya, PES. jauh jauh kok nge-pes........

Tak banyak kegiatan yang gue lakuin sampe hari sabtu tanggal 2 november 2013. Agak sayang juga sih ga ngemanfaatin waktu buat ngunjungin tempat-tempat yang baru lagi. Tapi apa boleh buat karena keterbatasan sumber daya ya nikmatin aja. Sabtu pagi jiro ke jogja lagi, sorenya kami sudah harus pulang kembali ke Jakarta, karena Minggunya gue ada kegiatan di kampus. Sebelum ke pool bis di daerah Gamping, kami nyempetin jalan kaki menyisiri malioboro yang terkenal buat jajan jijin pernak pernik unik khas jogja. alhasil jiwa ibu ibu langsung keluar dari diri gue begitu ngelihat barang-barang unik.

Tapi memang lebih baik lo nyisihin uang khusus buat oleh-oleh. Kalo berkunjung ke suatu tempat baru, gue selalu nyempetin ngunjungin tempat yang jual oleh-oleh khas daerah tersebut. Biasanya yang dibeli ya pernak-pernik sih, tapi kalo ga ada ya boleh juga makanan atau apalah gitu. Mbak mbak penjaga nya lo bawa juga bisa kalo boleh!

Bye Jogja, see you very soon!!
Tibalah saatnya kami harus kembali ke Jakarta lagi. Diantar oleh eko dan dimas, kami meninggalkan kota Jogja dengan menumpang bis ac ekonomi yang ada toiletnya. Lumayan mahal juga tiketnya, 120ribu. Itu karena tiket kereta udah ga ada lagi yang murah menuju Jakarta. Ditemani film warkop DKI yang diputar berulang-ulang di tv dalem bis, kami kembali ke pangkuan ibukota! Thanks Jogja! Sampai berjumpa kembali!
Tips: Nah buat lo yang pengen ngerencanain perjalanan, hal yang paling penting adalah menyusun jadwal kegiatan secara teratur. Susun rencana jalan-jalan se-efektif dan efisien mungkin sehingga tidak mengeluarkan biaya yang besar buat ongkos bolak-balik yang terlalu jauh, dan lainnya. Cari tahu dulu tempat-tempat yang akan kalian kunjungi, bisa dari internet ataupun bertanya kepada teman yang pernah kesana. Sebisa mungkin bawa bekal dari rumah apabila mengunjungi tempat-tempat wisata, karena dari pengalaman, harga makanan di tempat-tempat itu agak lebih mahal dari harga biasanya. Lumayan ngirit kan! Jangan sampai lo bingung mau ngapain waktu udah nyampe di kota tujuan, karena itu bakal nyia-nyiain waktu dan dana! Selamat berpetualang!

Sampe sini dulu petualangan gue di kota Jogja! Nantikan postingan selanjutnya untuk petualangan yang lebih seru lagi di pulau Jawa yang indah! Selamat membaca semoga menginspirasi!! See you!!

waah postingannya panjang yaaa...

{ 5 komentar ... read them below or Comment }

  1. Aseeeeekk..fotonya banyakiiiin
    http://marschristie.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. weeeeh thanks marsela!! haha kalo trip ini baru berbekal kamera handphone jadi masih penuh keterbatasan... trip selanjutnya udah pake kamera digital... lebih terang mudah mudahan...

      Delete
    2. menginspirasi sekali tulisan anak muda ini

      Delete

Site View

Coba lihat lebih ringkas di sini

Work From Home: Sebuah Fenomena.

Saat ini, dunia digemparkan dengan wabah COVID-19. Sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama beken  Corona. Jutaan orang pa...

Prasetya Arif. Powered by Blogger.

Followers

- Copyright © Datang-Tiba-Sampai - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -