Archive for 2013
Menamatkan Indonesia : JAVATrip2013 [part 3: Bes Bes Brebesss!!]
HELLO GOOD PEOPLE!!
[tolong jangan bosan dengan opening seperti ini!]
sebelumnya gue minta maap dulu buat keterlambatan postingan ketiga ini dikarenakan kesibukan gue sebagai pengangguran yang sangat menyita waktu dan tenaga.
[tolong jangan bosan dengan opening seperti ini!]
*sebelum mulai membaca postingan ini akan lebih baik jika anda semua ngeplay lagunya AKB48 yang Fortune Cookies! Kimochi!*
sebelumnya gue minta maap dulu buat keterlambatan postingan ketiga ini dikarenakan kesibukan gue sebagai pengangguran yang sangat menyita waktu dan tenaga.
NAAAH GUYS!
Berjumpa lagi di postingan terakhir dari rangkaian Trip seputar pulau Jawa. Setelah di bagian kedua yang lalu gue udah nyeritain panjang lebar tentang serunya perjalanan di seputaran Jawa Timur, kali ini gue bakal nyeritain perjalanan yang ngga kalah serunya di seputaran Brebes-Tegal.
Penasaran?! YUK capcus!
Menamatkan Indonesia : JAVATrip2013 [part 2: Jawa Timuran!!]
HELLO GOOD PEOPLE!!
(belum bosen kan dengan opening seperti ini?)
Nah kalo di postingan sebelumnya kita udah panjang lebar kali tinggi nyeritain serunya jalan jalan murah di Jogja dan sekitarnya, kali ini gue bakal ngelanjutin cerita perjalanan kedua gue mengelilingi sebagian (kecil) pulau Jawa. Di bagian dua ini gue bakal nyeritain petualangan Trio A menjelajahi pulau Jawa bagian timur!! Mau tau bagaimana serunya?!
Mau kan??
Mau yah!
Check this one out!!
| Yuhuuuu~~~ |
Menamatkan Indonesia : JAVATrip2013 [part 1: Yogya!!]
HELLO GOOD PEOPLE!!
Fyuh, sebelumnya mohon maaf dulu buat semua pengunjung setia blog ini. Beberapa bulan sempat vakum ngeblog karena sedang sibuk-sibuknya ngurusin pendidikan demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.
Nah, untuk memulai kembali postingan di akhir tahun 2013 ini, yang mungkin jadi postingan penutup tahun ini, mari kita mulai dengan pengalaman tak terlupakan yang gue alamin selama kurang lebih 3 mingguan terakhir ini. APA ITU? Let's see!!
Nah guys. Setelah gue di wisuda pada akhir Oktober kemarin (tjie wisudawan terbalik terbaik), gue bersama beberapa teman mulai merancang rencana untuk mengisi sedikit waktu kosong yang bakal kami miliki. Karena hobi gue dan temen gue kebetulan sama, TRAVELLING, maka jadilah, kami merencanakan perjalanan ke beberapa daerah yang masih berada di Pulau Jawa. Oleh karenanya, perjalanan ini kami namakan JAVATRIP2013.
Sebelumnya gue kenalin dulu temen temen gue yang bakal gue ceritain disini. Ada 2 orang, namanya Adi dan Aji. Udah cukup gitu aja. Ga perlu pake foto, kalian cukup ngebayangin deskripsi yang bakal gue berikan tentang dua orang ini.
Adi, nama lengkapnya SLAMET RIYADI (dia minta dipanggil ADI, tapi tetep aja semua orang yang melihatnya akan memanggilnya SLAMET). Orangnya ga terlalu tinggi, ga terlalu kurus, ga terlalu gemuk, rambutnya jambulan, suka pake jaket besbol. Jika dilihat dari ketinggian 1020 mdpl, ia akan menjadi mirip Shah Rukh Khan. Jika dari dekat, ia akan terlihat seperti Kristian Sugiono....................yang lagi kena sembelit.
Aji, nama lengkapnya PRATIG AJIROGO (keren kan?), sebenarnya panggilan sayang kami kepadanya adalah Jiro. itu adalah nama tengahnya yang AJIROGO, jadi ya JIRO. Item manis (manis banget sampe suka di kerubutin semut), tinggi semampai, punya jaket yang itu itu aja kesayangan warna abu abu, kalo jalan sambil tangannya di kantong celana, ia akan mirip banget sama Daniel Radcliff..............ya minimal mirip burung hantunya si Harry Potter lah.
Nah itu temen temen yang nemenin gue melewati perjalanan ini. Jika nama kami tergabungkan, maka akan terbentuk rangkaian 3 huruf A, Arif, Adi, Aji, alias AAA. Illuminati sekali kan?!
Selanjutnya gue bakalan ngasih tau dulu rute perjalanan kami. JavaTrip ini gue bagi jadi tiga bagian besar. Bagian pertama adalah Yogyakarta dan sekitarnya (Muntilan dan Klaten). Bagian kedua adalah Probolinggo dan sekitarnya (Surabaya, Pasuruan, Malang). Bagian ketiga adalah Brebes-Tegal dan sekitarnya.
Postingan tentang JavaTrip ini akan gue bagi jadi tiga bagian juga sesuai dengan bagian perjalanan kami. Tanpa berpanjang lebar lagi, langsung aja kita masuk ke bagian pertama dalam perjalanan indah ini!
Yuk Capcus~~~
Yogyakarta!!!
Sebenarnya ini bukan kali pertama gue ke Jogja. Sebelumnya gue udah beberapa kali mengunjungi kota ini. Perjalanan ke Jogja dimulai pada tanggal 28 Oktober 2013 selama kurang lebih semingguan sampe tanggal 2 november 2013.
Namun sayang sekali, pada perjalanan ini temen gue si Adi tidak bisa ikut berpartisipasi. Karena apa? ya pokoknya gabisa aja gitu deh. Biar ga pusing. Jadilah gue berdua sama Aji doang yang ikut trip ini. Gapapa. Yang penting kehangatannya sama.
Gue berangkat dari stasiun Senen pada hari Senen tanggal 28 Oktober 2013, hari itu cerah, bertepatan dengan sumpah pemuda, gue, dengan semangat kepemudaan, berangkat membelah panjangnya rel kereta menuju Yogyakarta. Sendirian. Loh kok? Katanya sama Aji?
Nah jadi keberangkatan kami menuju Yogya tidaklah berbarengan, Aji sudah berangkat terlebih dahulu pada Minggu malem, 27 Oktober 2013. Esoknya giliran gue yang nyusul. Gitu. Ketidakbarengan ini terjadi akibat keterbatasan kuota tiket Kereta Api yang disediakan oleh pemerintah (bilang aja karena telat mesan tiketnya!).
Dari stasiun Senen gue berangkat dengan Kereta Api PROGO jurusan Stasiun Senen - Solo Jebres yang melewati stasiun Lempuyangan, Yogya, tempat gue nanti bakal turun. Harga tiketnya? 50 ribu! kok bisa? jadi ini merupakan program dari PT.KAI yang memberikan subsidi khusus bagi kereta-kereta ekonomi AC jarak jauh sebesar 50 persen booook!!!. Tapi sayang banget promo ini cuma berlaku sampe akhir tahun 2013 doang, mulai tahun depan kayanya udah kembali ke harga normal semua :(. Makanya kalo kalian pengin ngerencanain travelling murah di sekitaran pulau jawa sebisa mungkin laksanain tahun ini, mumpung murah!
Perjalanan menuju Yogya membutuhkan waktu sekitar 9-10 jam-an lah. Gue berangkat sekitar jam 1 siang, dan tiketnya bilang kalo gue bakal nyampe sekitar pukul 10 malem. Melakukan perjalanan jauh, sendirian, di tengah orang-orang yang asing bagi kita, bukanlah perkara gampang untuk dilalui. Terutama bagi orang-orang kayak gue yang kalem dan kurang bisa kenal cepat dengan orang baru. Gue sempat stres menghadapi perjalanan ini. Gue meronta-ronta di kursi kereta ekonomi yang berhadap-hadapan (3 orang-3 orang). Gue ga kuat! gue sempat ingin menyerah! untung saja mbak-mbak di depan gue adalah orang yang pengertian, sehingga gue dibina dan ditempa menjadi pribadi yang lebih kuat lagi.
Tips: Ketika melakukan perjalanan darat yang jauh (sampe belasan bahkan puluhan jam), sebisa mungkin jadilah orang yang humble. Kenalan atau ngobrol dengan orang-orang yang berdekatan duduknya dengan kita bakal bikin perjalanan jauh itu ga terlalu kerasa capeknya. Terutama ketika lo naik kereta ekonomi AC yang memang kayanya di desain dengan penuh kekeluargaan. Bangku yang berhadap-hadapan membuat lo memang harus berinteraksi dengan orang-orang di sekitar lo. JANGAN DIAM aja kek kucing ditinggal kawin.
Singkat cerita, kereta gue akhirnya memasuki stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Saat itu waktu menunjukkan pukul 11 malam kurang dikit deh. Lumayan ngaret sih. Tapi ga papalah. Yang penting sampai dengan selamat sentausa.
Di Lempuyangan gue dijemput oleh salah seorang teman baik yang berasal dari kampung yang sama yang kebetulan sedang menimba ilmu di Yogyakarta. Ilmu apa? Gue juga kurang paham, terakhir masih ilmu pengetahuan. Namanya Eko a.k.a Yulis. Orangnya kurus juga tinggi. Rambutnya ikal. Jika sedang bermain gitar maka ia akan terlihat seperti Pak Jokowi yang sedang blusukan. Dikerubungin!
Dari stasiun gue diajak Eko buat nonton konser Jazz di dekat sana. Namanya Jazz mben Senen. Itu emang udah lama ada, konser Jazz emperan yang diadakan tiap senin malem. Asik deh! Lokasinya kalo ga salah denger dari Eko namanya gedung Kompas. Kompas apa gue juga ga ngerti. Hehe Hehe. Walaupun gue dateng di penghujung acara, tapi lumayan bikin capek ilang. Mungkin karena gratis kalik. #kelakuan
Malem ini gue nginep di tempat Eko. Menghabiskan malam berdua, bercerita nostalgia. berdiskusi mengenai teman teman lama. Dan tidur.
Prambanan!!!
Hari Selasa, 29 Oktober 2013, yang kebetulan bertepatan dengan ulang tahun sahabat kami, Adi a.k.a Slamet, gue udah janjian sama si Jiro buat ketemuan di Yogya. Fyi, Jiro nginep di tempat om nya di Muntilan, Magelang, kurang lebih satu jam perjalanan dari Yogya. Jadwal kami hari ini adalah mengunjungi cecandian yang ada di kompleks candi Prambanan!! Gonna be awesome!
Sekitar jam 10an kami berangkat ke Prambanan. 10 pagi. dan panas. dan terik! MANTAP! perjalanan menuju Prambanan ditempuh kurang lebih satu jam. Kebetulan kami mengendarai sepeda motor sehingga dapat sedikit lebih cepat menempuh perjalanan ini.
Sekitar jam 11 siang kami tiba di Prambanan. Sebenernya gue pernah juga kesini, tapi itu dulu, duluuuuuuuuuu banget, kelas 1 SD -_- waktu gue masih imut-imutnya dan belum tahu apa arti kehidupan. Yang gue inget dari prambanan dulu adalah topi anyaman yang sering dipake ke pantai, sama duduk di pangku ibu di atas batu candi. Selain itu nihil. Makanya kunjungan kali ini bakal gue manfaatin buat nginget setiap detil sudut candi agar kelak anak dan cucu gue bisa gue ceritain bagaimana bentuk candi prambanan itu.
Tiket masuk ke candi saat itu adalah 30ribu rupiah. Ya lumayan mahal sih bagi ukuran backpacker ga modal seperti kami ini. Tapi itu cukup worth kok buat nikmatin keseluruhan bangunan dan kompleks candinya.
![]() |
| Latarnya itu bukan editan. ASLI! |
Wisata candi Prambanan sebenernya adalah wisata sejarah ya. Ya dari sana kan kita bisa ngelihat gimana orang-orang jaman dulu banget ngebangun candi yang terdiri atas susunan batu-batu berat yang saling mengunci satu sama lain. Selain itu dari relief candinya kita bisa belajar banyak cerita zaman kerajaan Hindu dulu. Pokoknya seru! selain itu, di kompleks candi ini juga terdapat museum, pertunjukan sendratari gitu (biasanya sore kalo ga ujan), ada fasilitas sewa tandem bike (sepeda yang kayuhannya ada dua, buat dua orang itu looooh!!) keliling kompleks candi, banyak tempat jual pernak pernik juga. Murah, dan asik!
![]() |
| Gue bersama Ariel Noah a.k.a Jiro dengan latar belakang Candi Prambanan |
Namun sayang, akibat gempa yang menghantam Yogya beberapa tahun lalu, beberapa bagian candi ada yang runtuh, beberapa batu candi ada yang diganti dengan batu baru dan sedang dalam proses pemahatan sehingga relief candi tidak sepenuhnya dapat dinikmati.
Selesai berkeliling kompleks utama candi prambanan, kami bergegas menuju museum. Seperti biasa, kalo berkunjung ke situs situs sejarah, sempatkan berkunjung ke museumnya (jika ada). Karena biasanya di museumnya ada penjelasan dari situs situs sejarah yang kita kunjungi tersebut. Selain itu, dengan mengunjungi museum kita bisa sekalian berdiri diam sejenak di bawah AC ruangan. PANASNYA NUSUK BRO!
Tips: Kalo berkunjung ke Prambanan ataupun tempat-tempat terbuka, usahakan jangan tengah hari bolong kayak yang kami lakukan. Selain panas banget nusuk ubun ubun, wisata kalian akan susah dinikmati karena gampang capek kepanasan.
![]() |
| Sebagian kecil koleksi museum (yang baju merah bukan koleksi, hanya pengunjung biasa) |
Selesai berkeliling museum, kami menyempatkan coba coba naik sepeda tandem. Biaya sewanya cuma 10ribu dan diberikan jatah waktu 30 menit buat berkeliling kompleks candi Prambanan. Naik sepeda tandem itu ga enak menurut gue, karena harus sinkronisasi gerakan kayuhan dengan teman belakang lo. Iya kalo lo dapet temen yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Kalo engga? ya lo harus tahan dengan teriakan teriakan takut jatuh dari belakang. Padahal kalopun jatuh kan jatuhnya berdua, bukan dia doang. Huf.
![]() |
| Itu namanya sepeda tandem |
Sekitar jam 3 sore kami mengakhiri wisata candi Prambanan kami. Seru! Selain penuh foto-foto, wisata ke situs sejarah juga pastinya menambah pengetahuan akan masa lampau Indonesia yang kaya! semakin cinta bangsa lah! HIDUP PEMUDA!
Dari prambanan kami menuju Muntilan, tempat om-nya Jiro. Ya, malem ini gue bakal nginep disana menghabiskan malam di Muntilan yang (katanya) dingin, padahal biasa aja. Ya ga dingin dingin banget. Ya dingin sih jadinya kalo lo tidurnya beralaskan balok es (limbaaat kaleeee). Ya gitu deh.
Butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk mencapai kediaman Om-nya Jiro di Muntilan. Nama desanya gue lupa tapi yang pasti masih masuk masuk jauh lagi dari pusat kota Muntilan. Begitu nyampe kami langsung disambut hujan deras membasahi bumi. Nice timing! Tibalah waktunya istirahat menuju esok hari yang indah di kota Muntilan.
Boro Boro? BOROBUDUR!!
Rabu, 30 Oktober 2013. Pagi itu cerah di suatu desa di Muntilan, Magelang. Kami bersiap melanjutkan perjalanan menuju salah satu situs sejarah yang pernah menjadi keajaiban dunia. BOROBUDUR!!!
kediaman om-nya Jiro ga begitu jauh dari Borobudur. Cuma butuh waktu sekitar setengah jam berkendaraan. Dengan mengendarai motor lakik, kami, para lelakik, bersiap menaklukkan borobudur!!
Ini kali pertamanya gue ke borobudur, kalo selama ini cuma ngelihat di buku buku RPUL doang, kali ini gue bisa ngelihat langsung kemegahan mahakarya Indonesia itu. Baguuuuus!!
Tiket masuk Borobudur sama kayak prambanan, 30ribu rupiah. Karena borobudur merupakan situs yang udah terkenal dimana-mana, jadi disini lebih banyak nyediain tempat makan, ada area khusus buat para pedagang souvenir khas borobudur dan budaya Jawa. dan lebih banyak turis mancanegara yang berkunjung.
![]() |
| Latarnya bukan editaaaan koooook |
Enaknya di borobudur, banyak terdapat kelompok kelompok pengunjung yang sedang dipandu sama tour guidenya. Enaknya dimana? ya enaknya bagi orang orang kayak gue ini, bisa curi curi dengar tentang apa yang sedang mereka ceritakan. Ini bagus loh! selain lo ga perlu ngeluarin biaya mahal buat nyewa tour guide, lo juga bakal dapat ilmu gratisan tentang borobudur. Pura pura ngelihat relief aja sambil ngikutin kemana kelompok pengunjung itu melangkah. haha!
Wisata borobudur ya ga jauh beda kayak prambanan, wisata sejarah. Bedanya adalah kalo di prambanan kita gabisa naikin itu candi karena emang ga ada akses nya, cuma bisa masuk doang melalui pintunya. Kalo borobudur, kita bisa naik sampe stupa paling atas dan dari sana kita bisa melihat pemandangan alam yang menakjubkan. ASOY!
Tips: Bawalah air minum yang cukup bila berkunjung ke candi Borobudur, terutama kalo kalian berkunjung nya jam 11 siang seperti yang kami lakukan saat itu. karena bakal capeeeeek banget dan di atas candi sana ga bakal ada yang jualan minuman! tapi tetap inget, jangan pernah buang sampah sembarangan! jaga dan rawat kekayaan negara kita!
Ga banyak yang kami kelilingi dari borobudur selain bangunan candi utamanya. Karena selain cuacanya panas menusuk hati, waktu yang kami punya tidaklah banyak karena kami harus segera ke Klaten, tempat dimana kami akan menghabiskan malam ini. Akhirnya sekitar pukul 12.30 siang, kami beranjak dari Borobudur menuju Klaten! JAUHNYA!!
Klaten, kampung halaman kedua...
Klaten itu kampung halamannya bokap gue. Bokap lahir dan besar disana, di desa Trucuk. Kalo ga salah itu nama daerahnya. Kalo ke Jogja, gue selalu nyempetin ke klaten, karena disana enak banget, BANGET! Ya namanya kampung halaman, gue selalu merasa sedang berada di rumah sendiri kalo lagi di Klaten. Ditambah ramahnya sodara-sodara dan handai taulan di sana jadi bikin betah. Tapi ya sayang juga gue cuma punya waktu semalem disana karena besoknya harus kembali ke Jogja untuk meneruskan petualangan.
Dalam perjalanan ke Klaten kami diguyur hujan deras sederas-derasnya hujan, terutama waktu ngelewatin ring road utara Jogja. Namun anehnya waktu masuk wilayah Klaten, cuaca mulai berubah panas, yang lama lama terik. Alhasil kami terlihat seperti orang hilang arah yang make jas hujan lengkap di tengah cuaca terik. Dilema Pancaroba.
Nyampe Klaten, seperti biasanya, tante gue langsung menyambut dengan hangatnya, disuguhin macem macem makanan sampe puas banget makan. Pokoknya enak, nyaman, dan gratis! haha.
Kamis 31 oktober 2013 gue harus kembali ke Jogja, sedih juga sih ga bisa lama lama di Klaten. Tapi ya apa boleh buat karena keterbatasan waktu, yang penting udah di kunjungin. Lain kali pasti kunjungannya lebih lama deh tan! hehe.
Dalam perjalanan ke Jogja, gue sama Jiro nyempetin singgah ke kediaman salah satu teman kampus kami, Hamdani alias mas ham alias Sontol! Rumahnya ga terlalu jauh dari kediaman keluarga gue. Disana kami disambut hangat oleh si tuan rumah dan disuguhi panganan panganan yang lezat! Thanks Hamdani! semoga kita dapat berjumpa kembali!!
![]() |
| Thanks mas Hamdan! |
Dari Klaten kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Gue diturunin Jiro di terminal Giwangan (kalo ga salah). Sementara doi pulang kembali ke Muntilan. Agak jahat sih tapi yaudahlah namanya juga numpang. haha. Dari terminal gue naik TransJogja (semacem busway-nya Jogja lah) menuju Malioboro. dari Malioboro tinggal jalan dikit nyampe tempat gue bernaung di Jogja, di kediamannya temen sekampung yang lainnya, Dimas.
Temen temen di Jogja memang paling asik! Sambutannya hangaaat banget kek kolak buka puasa. Malem Jumat yang syahdu itu kami rame-rame kumpul, ketawa ketiwi sambil main game bola yang sedang ngetren di jamannya, PES. jauh jauh kok nge-pes........
Tak banyak kegiatan yang gue lakuin sampe hari sabtu tanggal 2 november 2013. Agak sayang juga sih ga ngemanfaatin waktu buat ngunjungin tempat-tempat yang baru lagi. Tapi apa boleh buat karena keterbatasan sumber daya ya nikmatin aja. Sabtu pagi jiro ke jogja lagi, sorenya kami sudah harus pulang kembali ke Jakarta, karena Minggunya gue ada kegiatan di kampus. Sebelum ke pool bis di daerah Gamping, kami nyempetin jalan kaki menyisiri malioboro yang terkenal buat jajan jijin pernak pernik unik khas jogja. alhasil jiwa ibu ibu langsung keluar dari diri gue begitu ngelihat barang-barang unik.
Tapi memang lebih baik lo nyisihin uang khusus buat oleh-oleh. Kalo berkunjung ke suatu tempat baru, gue selalu nyempetin ngunjungin tempat yang jual oleh-oleh khas daerah tersebut. Biasanya yang dibeli ya pernak-pernik sih, tapi kalo ga ada ya boleh juga makanan atau apalah gitu. Mbak mbak penjaga nya lo bawa juga bisa kalo boleh!
Bye Jogja, see you very soon!!
Tibalah saatnya kami harus kembali ke Jakarta lagi. Diantar oleh eko dan dimas, kami meninggalkan kota Jogja dengan menumpang bis ac ekonomi yang ada toiletnya. Lumayan mahal juga tiketnya, 120ribu. Itu karena tiket kereta udah ga ada lagi yang murah menuju Jakarta. Ditemani film warkop DKI yang diputar berulang-ulang di tv dalem bis, kami kembali ke pangkuan ibukota! Thanks Jogja! Sampai berjumpa kembali!
Tips: Nah buat lo yang pengen ngerencanain perjalanan, hal yang paling penting adalah menyusun jadwal kegiatan secara teratur. Susun rencana jalan-jalan se-efektif dan efisien mungkin sehingga tidak mengeluarkan biaya yang besar buat ongkos bolak-balik yang terlalu jauh, dan lainnya. Cari tahu dulu tempat-tempat yang akan kalian kunjungi, bisa dari internet ataupun bertanya kepada teman yang pernah kesana. Sebisa mungkin bawa bekal dari rumah apabila mengunjungi tempat-tempat wisata, karena dari pengalaman, harga makanan di tempat-tempat itu agak lebih mahal dari harga biasanya. Lumayan ngirit kan! Jangan sampai lo bingung mau ngapain waktu udah nyampe di kota tujuan, karena itu bakal nyia-nyiain waktu dan dana! Selamat berpetualang!
Sampe sini dulu petualangan gue di kota Jogja! Nantikan postingan selanjutnya untuk petualangan yang lebih seru lagi di pulau Jawa yang indah! Selamat membaca semoga menginspirasi!! See you!!
![]() |
| waah postingannya panjang yaaa... |
Apa kabar mbak? [special for almh. Titik Maftuchah Apriana]
Halo mbak,
Apa kabar disana?
Udah ketemu sama mbak kakung mbak? Sama mbah klaten? Apa kabar mereka? Baik semua kalian kan?
Disini gerah mbak, Bintaro gerahnya ga enak, kipas angin sekenceng apapun juga ga nutupin gerahnya. Beda kayak di Curup.
Disana lagi panas apa ujan mbak?
Ah tapi kan mbak bisa minta ke Dia kan ya mau ujan atau panas. Dan arip yakin permintaan mbak dikasih sama Dia.
Disana juga bisa minta internet kan mbak? Ga ada susahnya bagi mbak ngakses internet disana kan ya? Bisa pasti baca postingan arip ini? hehe...
Mbak hari ini arip ulang tahun, hmmm...
sekali sekali boleh ya mbak kita ga senang senang pas ulang tahun, sekali sekali merenung boleh ya mbak...
Sedih sebenernya mbak kurang 1 orang lagi disini yang ngucapin "selamat ulang tahun" ke arip...
Masih inget banget mbak gimana cara mbak sms, cara mbak ngomong, cara mbak bertingkah laku sehari hari yang kadang bikin lucu, bikin kangen, bikin arip kuat disini jauh dari keluarga.
Arip yakin mbak pasti ngucapin selamat ulang tahun ke arip dari sana, cuma mungkin aripnya yang belum bisa denger.
Dari tadi pagi, Tia, Ibu, Bapak sudah ngucapin semua mbak, ditunggu tunggu tapi belum ada sms/telfon dari mbak. Tapi kan mbak pasti udah ngirim pesen sama Dia untuk arip kan mbak?
---
Mbak masih ingat pas kita dulu ngerayain ulang tahun bareng, ketika itu arip masih keciiiil banget...
Jarak ulang tahun kita yang kurang dari satu bulan makanya ibu bapak bikin pesta kecil kecilan kita berdua...
---
Dua minggu sudah mbak pergi meninggalkan arip, tapi tak ada satu kenangan pun yang arip lupakan dari kita mbak, sama sama tia, sama sama ibu bapak..
Oh ya, ibu, bapak, sama tia sehat sehat mbak, ah mbak kan bisa liat langsung dari sana ya mbak...
---
Mbak, dua minggu lalu, arip di telfon Om budi, tepat satu hari setelah mbak ulang tahun.. Mbak udah baca kan sms ucapan dari arip?
Jam setengah 4 subuh om budi telfon...
Kalo boleh jujur arip berharap ga pernah dapet telfon yang seperti itu mbak, ga mau diangkat, dibiarin sampe mati lagi..
---
Paginya arip langsung pulang mbak, terbang ke Curup. Sampe di bandara bengkulu arip ketemu tia, arip bareng tia pulang ke curup.
waktu sampe depan gang kita mbak, udah rame, rameeeeee banget, mobil parkir hampir nutupin ruas jalan. Arip turun di pinggir jalan sama tia, jalan masuk gang.
Semakin dekat ke rumah semakin ga percaya kalo kita berdiri rame rame banget itu buat mbak..
---
Ketika itu mbak lagi dimandiin mbak. Pas arip sampe rumah..
Keluarga besar kita hampir semua ada disana. Tetep kompak, tetep saling support.
Arip ikut mbasuh tangan mbak loh, mbaknya tetep senyum, mungkin bahagia karena kami semua ada di samping mbak saat itu.
---
Arip ikutin semua prosesi pemakaman mbak... Arip masuk juga loh ke liang kubur bantuin mbak biar tidurnya tenang dan nyaman.
Semoga tangan arip waktu itu ga buat sakit ya mbak.
---
Mbak ngga sendirian disana toh? banyak temennya kan?
Ngga gelap kan mbak? terang benderang toh? pemandangannya indah disana mbak?
---
mbak kami semua rindu mbak,
mbak meninggalkan kenangan yang sangaaaaat indah, ga ada jelek jeleknya. Semua orang yang datang berbelasungkawa ke rumah merasa kehilangaaaaan banget.
Mbak disana ga sendirian kan?
---
Arip selalu kagum sama mbak, sama perjuangan mbak, sama kebaikan yang mbak lakukan.
Mbak selalu bantuin orang orang yang sakit, tanpa memedulikan sakit mbak sendiri.
Mbak selalu datang disaat ibu ibu yang sudah waktunya melahirkan membutuhkan bantuan, tanpa sempat menggendong buah hati sendiri.
ah tapi disana mbak pasti bahagia.
---
Mbak, banyak yang bilang mbak pergi dengan baik, mbak pergi dengan tenang.
Arip yakin itu.
---
Oh ya mbak, insya Allah beberapa bulan lagi arip selesai kuliah, wisuda...
Mbak ga bisa dateng ya ke wisuda arip? Ah tapi mbak masih bisa liat dari sana kan?
---
Mbak, mbak selalu jadi sosok yang menginspirasi dan menyemangati arip hingga arip terus kuat disini mbak. Mbak sukses jadi seorang kakak yang mengayomi adik adiknya, sayang sama suami, hormat pada ibu bapak. Mbak sukses mengharumkan nama keluarga mbak.
Arip selalu bangga punya kakak seperti mbak.
---
Mbak, sampe sini dulu ya, nanti kita sambung lagi..
Ulang tahun pertama arip tanpa mbak, berat banget, tapi harus tetap dijalanin kan mbak?
---
Sampai ketemu lagi mbak di tempat dan waktu yang sudah dibangun Tuhan untuk keluarga kita.
I Love you my dearest sister.
Tenang disana mbak, kami sudah tidak apa apa :-)
Three Days of Joy at Pari Island [part 1]
Halo sobat Curhat!
Jadi ceritanya masih capek :_(
Maap baru muncul lagi setelah lama tak kelihatan karena beberapa hari yang lalu gue bersama temen sekelas lagi ngadain acara keakraban di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Jadi ceritanya masih capek :_(
Nah oleh karena itu gue ngerasa perlu berbagi cerita bagaimana dahsyatnya jalan jalan sembari mempererat keakraban bersama temen temen seperjuangan di Pulau Pari.
Pulau Pari itu terletak di gugusan Kepulauan Seribu, sebelah utara DKI Jakarta. Karena bentuknya pulau, jadi otomatis dong, udah tau dong kesana naik apaan?
ya, odong odong...
bebas aja bebas, ekspresiin aja...
#skip
Nah kenapa kami memilih pulau Pari?
Menurut penerawangan Ki Joko Bodo, pintar tapi Bodo, Pulau Pari itu enak, enaknya kenapa? enak ajah pokoknya. Enak. Udah gitu aja.
Yang jelas sih karena pengen suasana baru dari kehidupan Jakarta dan sekitarnya yang gitu gitu aja. Kalo engga orang traktak dung des lagi kawinan, eh ribut ribut depan pintu rumah orang, ngegosipin lidia kandou mau cere sama maher Zayn. #bebas
nah oleh karena itu kami menimbang dan memutuskan untuk bersama sama pergi ke pulau pari. sebuah pulau dengan seribu keindahan. Belum ngitung satu satu sih, tapi ya anggap aja ini seribu.
Day 1 : The Journey, begins.
*gelak gaul banget judulnya*
Nah day 1 ini bertepatan dengan Jum'at 5 April 2013. Kala itu ayam pun masih terlalu ngantuk untuk berkokok, sementara kami sudah sibuk mempersiapkan barang barang dan pernak pernik yang akan dibawa. Ketika itu kami berkumpul di depan kampus. Ga usah nanya gimana bisa ngumpul depan kampus, kan udah dikasih tau, di smsin atuk atuk orangnye biar pada ngumpul. Jangan berfikiran awam banget deh.
#skipya!
Oiya, posisi kami kala itu berada di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. And for your information saja untuk ke Pulau pari kita harus ke Pelabuhan untuk kapal (yaeyyalah!) terdekat, yang ternyata jauh, di Muara Angke, Jakarta Utara. Tapi itu masih terbilang deket sih, daripada kita ngambil pelabuhan di selatan Jawa, ntar nyebrangnya harus ngelewatin Terusan SUEZ dulu kan ribet. Jadi mending dari Muara Angke saja.
Kami berangkat dari Bintaro sekitar pukul 5.30, itu sudah termasuk kesiangan loh. Karena hari itu adalah hari kerja, jadi kami harus berlomba lomba dengan mobil mobil dan kendaraan lain yang ikut berpacu ke tempat kerja mereka masing masing.
Kenapa harus sepagi ini?
Jadi gini, kapal kapal yang akan membawa kami menyebrang ke Pulau Pari itu berangkatnya pukul 07.00 Pagi! Nah kalo dihitung hitung, seharusnya, jika kondisi lalu lintas Jakarta lancar Jaya kayak beol abis makan sayur sekarung, berangkat dari Bintaro pukul 05.30 pagi pun masih keburu. Tapi karena kondisi lalu lintas Jakarta yang padet banget (apalagi pagi pagi di hari kerja), maka jam 5.30 itu sudah termasuk kategori kesiangan! oh Poor Jakartans. Cabal yaps!
Pulau Pari itu terletak di gugusan Kepulauan Seribu, sebelah utara DKI Jakarta. Karena bentuknya pulau, jadi otomatis dong, udah tau dong kesana naik apaan?
ya, odong odong...
bebas aja bebas, ekspresiin aja...
#skip
Nah kenapa kami memilih pulau Pari?
Menurut penerawangan Ki Joko Bodo, pintar tapi Bodo, Pulau Pari itu enak, enaknya kenapa? enak ajah pokoknya. Enak. Udah gitu aja.
Yang jelas sih karena pengen suasana baru dari kehidupan Jakarta dan sekitarnya yang gitu gitu aja. Kalo engga orang traktak dung des lagi kawinan, eh ribut ribut depan pintu rumah orang, ngegosipin lidia kandou mau cere sama maher Zayn. #bebas
nah oleh karena itu kami menimbang dan memutuskan untuk bersama sama pergi ke pulau pari. sebuah pulau dengan seribu keindahan. Belum ngitung satu satu sih, tapi ya anggap aja ini seribu.
Day 1 : The Journey, begins.
*gelak gaul banget judulnya*
Nah day 1 ini bertepatan dengan Jum'at 5 April 2013. Kala itu ayam pun masih terlalu ngantuk untuk berkokok, sementara kami sudah sibuk mempersiapkan barang barang dan pernak pernik yang akan dibawa. Ketika itu kami berkumpul di depan kampus. Ga usah nanya gimana bisa ngumpul depan kampus, kan udah dikasih tau, di smsin atuk atuk orangnye biar pada ngumpul. Jangan berfikiran awam banget deh.
#skipya!
Oiya, posisi kami kala itu berada di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. And for your information saja untuk ke Pulau pari kita harus ke Pelabuhan untuk kapal (yaeyyalah!) terdekat, yang ternyata jauh, di Muara Angke, Jakarta Utara. Tapi itu masih terbilang deket sih, daripada kita ngambil pelabuhan di selatan Jawa, ntar nyebrangnya harus ngelewatin Terusan SUEZ dulu kan ribet. Jadi mending dari Muara Angke saja.
Kami berangkat dari Bintaro sekitar pukul 5.30, itu sudah termasuk kesiangan loh. Karena hari itu adalah hari kerja, jadi kami harus berlomba lomba dengan mobil mobil dan kendaraan lain yang ikut berpacu ke tempat kerja mereka masing masing.
Kenapa harus sepagi ini?
Jadi gini, kapal kapal yang akan membawa kami menyebrang ke Pulau Pari itu berangkatnya pukul 07.00 Pagi! Nah kalo dihitung hitung, seharusnya, jika kondisi lalu lintas Jakarta lancar Jaya kayak beol abis makan sayur sekarung, berangkat dari Bintaro pukul 05.30 pagi pun masih keburu. Tapi karena kondisi lalu lintas Jakarta yang padet banget (apalagi pagi pagi di hari kerja), maka jam 5.30 itu sudah termasuk kategori kesiangan! oh Poor Jakartans. Cabal yaps!
Singkat cerita berangkatlah kami menuju Pelabuhan, kala itu kami berangkat naik ini:
Nah, luxurious bus kami perlahan lahan bergerak meninggalkan Bintaro tersayang menuju Muara Angke terbau tercinta. Di tengah perjalanan, seperti yang sudah bisa ditebak, terutama di jalanan protokol Jakarta, macet! haks! kami mencoba bertahan di tengah kerasnya kehidupan kota besar, ditengah kepungan asap pekat, ditengah kerumunan anak adam yang entah pada mau kemaneeee ini rame banget dah elah!
Singkat cerita, setelah struggle untuk tetap hidup di perjalanan kota jakarta, kami tiba di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Ini sebenarnya adalah TPI, bukan telepisi pendidikan indonesia yang tayangannya ga ada yang mendidik, tapi TPI stands for Tempat Pelelangan Ikan. Kenapa dilelang? ya iseng aja biar keren. Udah gitu aja alasannya.
Kami tiba sekitar pukul 07.15 pagi. Matahari kala itu udah gak tau malu melototin kami yang bagai butiran debu ditengah hujan deras ini (jangan tanya artinya apa).
Setelah sampai kami langsung menghampiri loket pembelian tiket kapal yang akan menyeberangkan kami ke pulau Pari. Rame rame kami mendatangi loket tersebut. Sehingga sang abang bingung sekaligus takut, hingga hampir melepaskan jabatannya sebagai "tukang jaga loket tiket" dengan pangkat letnan satu. Seketika itu kami langsung menghentikan niat si abang untuk terjun bunuh diri ke laut karena kami segera menjelaskan bahwa kami hanya mau beli tiket.
Beginilah kira kira percakapan kami kala itu bersama si-abang-penjaga-loket-tiket
K = Kami (rame rame, ngomong semua, barengan)
A = abang-tukang-jaga-loket-tiket-kapal-yang-akan-menyeberangkan-kami-ke-pulau-Pari
K = SAMLEKUM!!!
A = JANGAN! JANGAN BUNUH AKU! JANGAN! ANAK ISTRIKU MASIH KECIL! JANGAN!
*kemudian si abang berlari ke pinggir dermaga dan hidup bahagia selamanya disana*
THE END!
Singkat cerita lagi nih, gue sama temen temen sukses sampe di loket, tapi ada hal yang bikin kaget setengah mati jantung serasa berhenti berdetak hati terasa cabik dikoyak koyak.
TERNYATA KAPAL YANG AKAN MEMBAWA KAMI KE PULAU PARI SUDAH BERANGKAT KIRA KIRA 15 MENIT YANG LALU!
ini adalah momen ketika keputusasaan kami berada pada titik kulminasi maksimal. ketika itu kami bingung, sedih, putus asa, terpuruk dengan keadaan yang menimpa kami. Sungguh berat cobaan Tuhan kali ini, kami hanya berharap kami dapat menanggung beban kehidupan ini dengan pundak yang kuat.
kami langsung berlari ke sudut dermaga, dan menatap laut yang tenang dengan tatapan putus asa. Beberapa dari teman gue sudah meronta ronta untuk mencebur ceburkan dirinya ke laut yang ganas. Kami berusaha mencari jalan keluar atas kebuntuan ini. Sungguh kami hanyalah butiran debu di tempat pelelangan ikan.
Belum habis air mata kami meratapi kesedihan ini, seorang abang-temennya-si-abang-tukang-jaga-tiket berlari membawa layangan yang diterbangkan di belakang kepalanya. Sebuah sinar jatuh dari atas langit tepat membahasi tubuhnya. Sinar itu tak lain adalah sinar kehidupan yang didatangkan dari nirwana.
Si abang itu datang ke kami, menghampiri kami, menegakkan pundak pundak kami yang sudah tak bertenaga untuk berdiri, menatap mata kami dalam dalam, dan berkata dengan lirih...............
"kapalnya sudah saya telpon, sebentar lagi kembali kesini, untung belum jauh, he he he.."
SEKETIKA itu kami terperanjat, kami terengah, seakan tak percaya tentang mukjizat yang diberikan Tuhan kepada kami, sebuah mukjizat yang sangat dahsyat! Kami langsung berdiri dari kesedihan, berlari ke ujung dermaga, menatap lautan luas, merentangkan tangan, berbaris rapi, berteriak dengan lantang.............
dan langsung melakukan kegiatan senam SKJ pagi bersama peni ros yang sudah setia menunggu dengan legging ketatnya.
NAH singkat cerita, setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kapal yang akan menyeberangkan kami ke Pulau Pari tiba dan merapat kembali di pelabuhan. Ya, kapal ini sudah berangkat pukul 07.00 tadi karena merasa sudah tidak ada yang perlu diangkat angkat lagi ke kapal. Tapi setelah tahu bahwa kami terdiri atas banyak orang, maka kapal ini dengan sukarela langsung kembali ke haluan.
Ini lah kapal yang kami tumpangi untuk sampai di Pulau Pari.
EH MAAP duh ini internetnya kacau jadi salah upload terus, bukan kapal itu, tapi ini:
EITS tapi jangan salah, walaupun begitu bentuknya itu kapal, isinya kan begini:
Ketika kapal tiba di pelabuhan, kami bergegas menaiki kapal itu dengan susah payah dan perjuangan ekstra. Beberapa menit kemudian kami berhasil menaiki kapal tersebut dan segera mencari tempat berlindung dari gempuran nuklir korea utara. Ketika memasuki bagian dalam kapal, sungguh terhenyak batin kami karena menyaksikan kondisi dalam kapal yang serba crowded, dibagian depan kapal, di bawah Dashboard (entah apa namanya kalo dikapal T_T), di jejel jejelin berbagai macam sembako dan bahan makanan yang akan dibawa entah kemana, entah ke Pulau Pari atau ke Pulau Lainnya. Ratusan butir telur di tempatkan seadanya di dalam peti kayu, berkardus kardus mi instan dan minuman ringan serta sayur mayur, beras, terigu dan lain sebagainya ditempatkan dan ditumpuk seadanya di bagian depan kapal.
Melirik ke tengah, kami serasa dihantarkan menuju zaman ketika krakatau baru meletus, ribuan orang bergelatakan dan bergelimpangan di lantai kapal, ada yang tiduran, ada yang senderan, ada yang menatap kosong ke laut, ada juga yang menatap kosong ke orang yang menatap kosong ke laut.
Gue yakin Pak Imam Bondjol pasti kaget kalo ngeliat keadaan ini, keadaan ini lebih buruk daripada ketika Perang Paderi sedang seru serunya.
Jika bisa digambarkan, mungkin beginilah kondisi dalam kapal saat itu.
Perlahan lahan kapal bergerak, maju membelah lautan dan menerjang ombak lautan Jawa di pagi hari yang cerah. Kami bersiap memulai perjalanan ini. Let the Journey begins!
| dalemnye, udah percaya aje! |
Singkat cerita, setelah struggle untuk tetap hidup di perjalanan kota jakarta, kami tiba di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Ini sebenarnya adalah TPI, bukan telepisi pendidikan indonesia yang tayangannya ga ada yang mendidik, tapi TPI stands for Tempat Pelelangan Ikan. Kenapa dilelang? ya iseng aja biar keren. Udah gitu aja alasannya.
Kami tiba sekitar pukul 07.15 pagi. Matahari kala itu udah gak tau malu melototin kami yang bagai butiran debu ditengah hujan deras ini (jangan tanya artinya apa).
Setelah sampai kami langsung menghampiri loket pembelian tiket kapal yang akan menyeberangkan kami ke pulau Pari. Rame rame kami mendatangi loket tersebut. Sehingga sang abang bingung sekaligus takut, hingga hampir melepaskan jabatannya sebagai "tukang jaga loket tiket" dengan pangkat letnan satu. Seketika itu kami langsung menghentikan niat si abang untuk terjun bunuh diri ke laut karena kami segera menjelaskan bahwa kami hanya mau beli tiket.
Beginilah kira kira percakapan kami kala itu bersama si-abang-penjaga-loket-tiket
K = Kami (rame rame, ngomong semua, barengan)
A = abang-tukang-jaga-loket-tiket-kapal-yang-akan-menyeberangkan-kami-ke-pulau-Pari
K = SAMLEKUM!!!
A = JANGAN! JANGAN BUNUH AKU! JANGAN! ANAK ISTRIKU MASIH KECIL! JANGAN!
*kemudian si abang berlari ke pinggir dermaga dan hidup bahagia selamanya disana*
THE END!
Singkat cerita lagi nih, gue sama temen temen sukses sampe di loket, tapi ada hal yang bikin kaget setengah mati jantung serasa berhenti berdetak hati terasa cabik dikoyak koyak.
TERNYATA KAPAL YANG AKAN MEMBAWA KAMI KE PULAU PARI SUDAH BERANGKAT KIRA KIRA 15 MENIT YANG LALU!
ini adalah momen ketika keputusasaan kami berada pada titik kulminasi maksimal. ketika itu kami bingung, sedih, putus asa, terpuruk dengan keadaan yang menimpa kami. Sungguh berat cobaan Tuhan kali ini, kami hanya berharap kami dapat menanggung beban kehidupan ini dengan pundak yang kuat.
kami langsung berlari ke sudut dermaga, dan menatap laut yang tenang dengan tatapan putus asa. Beberapa dari teman gue sudah meronta ronta untuk mencebur ceburkan dirinya ke laut yang ganas. Kami berusaha mencari jalan keluar atas kebuntuan ini. Sungguh kami hanyalah butiran debu di tempat pelelangan ikan.
Belum habis air mata kami meratapi kesedihan ini, seorang abang-temennya-si-abang-tukang-jaga-tiket berlari membawa layangan yang diterbangkan di belakang kepalanya. Sebuah sinar jatuh dari atas langit tepat membahasi tubuhnya. Sinar itu tak lain adalah sinar kehidupan yang didatangkan dari nirwana.
Si abang itu datang ke kami, menghampiri kami, menegakkan pundak pundak kami yang sudah tak bertenaga untuk berdiri, menatap mata kami dalam dalam, dan berkata dengan lirih...............
"kapalnya sudah saya telpon, sebentar lagi kembali kesini, untung belum jauh, he he he.."
SEKETIKA itu kami terperanjat, kami terengah, seakan tak percaya tentang mukjizat yang diberikan Tuhan kepada kami, sebuah mukjizat yang sangat dahsyat! Kami langsung berdiri dari kesedihan, berlari ke ujung dermaga, menatap lautan luas, merentangkan tangan, berbaris rapi, berteriak dengan lantang.............
dan langsung melakukan kegiatan senam SKJ pagi bersama peni ros yang sudah setia menunggu dengan legging ketatnya.
![]() |
| Beginilah kira kira keadaan kami pagi itu, bersama peni ros |
NAH singkat cerita, setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kapal yang akan menyeberangkan kami ke Pulau Pari tiba dan merapat kembali di pelabuhan. Ya, kapal ini sudah berangkat pukul 07.00 tadi karena merasa sudah tidak ada yang perlu diangkat angkat lagi ke kapal. Tapi setelah tahu bahwa kami terdiri atas banyak orang, maka kapal ini dengan sukarela langsung kembali ke haluan.
Ini lah kapal yang kami tumpangi untuk sampai di Pulau Pari.
| ini (pastinya) bukan kapal Budi, kaya amat si budi |
EH MAAP duh ini internetnya kacau jadi salah upload terus, bukan kapal itu, tapi ini:
| Kapal yang biasa ngangkutin orang ke Pari island *dua orang yang berpose itu adalah penduduk asli pulau Pari* |
| Udah percaya ajeeeh! |
Ketika kapal tiba di pelabuhan, kami bergegas menaiki kapal itu dengan susah payah dan perjuangan ekstra. Beberapa menit kemudian kami berhasil menaiki kapal tersebut dan segera mencari tempat berlindung dari gempuran nuklir korea utara. Ketika memasuki bagian dalam kapal, sungguh terhenyak batin kami karena menyaksikan kondisi dalam kapal yang serba crowded, dibagian depan kapal, di bawah Dashboard (entah apa namanya kalo dikapal T_T), di jejel jejelin berbagai macam sembako dan bahan makanan yang akan dibawa entah kemana, entah ke Pulau Pari atau ke Pulau Lainnya. Ratusan butir telur di tempatkan seadanya di dalam peti kayu, berkardus kardus mi instan dan minuman ringan serta sayur mayur, beras, terigu dan lain sebagainya ditempatkan dan ditumpuk seadanya di bagian depan kapal.
Melirik ke tengah, kami serasa dihantarkan menuju zaman ketika krakatau baru meletus, ribuan orang bergelatakan dan bergelimpangan di lantai kapal, ada yang tiduran, ada yang senderan, ada yang menatap kosong ke laut, ada juga yang menatap kosong ke orang yang menatap kosong ke laut.
Gue yakin Pak Imam Bondjol pasti kaget kalo ngeliat keadaan ini, keadaan ini lebih buruk daripada ketika Perang Paderi sedang seru serunya.
Jika bisa digambarkan, mungkin beginilah kondisi dalam kapal saat itu.
![]() |
| comot gugel! |
Perlahan lahan kapal bergerak, maju membelah lautan dan menerjang ombak lautan Jawa di pagi hari yang cerah. Kami bersiap memulai perjalanan ini. Let the Journey begins!
Sampai berjumpa di Part 2 :-)
| HA HA HA HA |
Bahasa Indonesia sebagai identitas Pancasila
| sumber |
"...Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia."
Bait ketiga dari teks sakral, Sumpah Pemuda, di atas menunjukkan kepada kita, satu lagi aspek yang penting bagi bangsa Indonesia untuk selalu dijunjung, yaitu Bahasa Indonesia.
Salah satu identitas yang dijadikan ciri khas suatu negara adalah bahasa. Bahasa setiap bangsa mencerminkan sejarah peradaban bangsa. Bahasa menjadi simbol kebangsaan suatu negara terutama ketika menghadapi arus globalisasi pada tahun tahun belakangan ini.
Setiap negara, setiap bangsa, berlomba lomba memperkenalkan bahasa kesatuan mereka masing masing di kancah internasional. Begitu pentingnya bahasa? Mari kita bahas sama sama dalam postingan kali ini.
Pancasila, terutama dalam sila ketiga, Persatuan Indonesia, sudah mengamanatkan agar tercipta suatu kesatuan dalam tubuh bangsa Indonesia. Salah satu persatuan yang dimaksud adalah penggunaan Bahasa Indonesia dalam masyarakatnya.
Bahasa Indonesia dalam pergaulan Nasional
Sebelum membicarakan penggunaan Bahasa Indonesia dalam pergaulan Internasional, sebaiknya kita cermati dulu penggunaan Bahasa Indonesia yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari hari. Sudah sering mungkin dalam kehidupan sehari hari kita, kita mendengar percakapan percapakan seperti ini di antara orang orang sekitar kita.
A : "Heeeei Annyong Haseeeeoooooo....."
B : "Heeeei Annyong.... gimana kabarnya???"Atau yang seperti ini..
C : "Selamat makaan!!!"
D : "Itadakimaaaassssss!!"
Dari percakapan percakapan masyarakat Indonesia sehari hari, sudah sangat susah ditemui orang yang bercakap cakap dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dirasa tabu, kuno, dan kaku. Masyarakat Indonesia sudah menanamkan pikiran bahwa Bahasa Indonesia hanya digunakan untuk hal hal yang resmi dan formal. Sehingga banyak yang tidak terlalu menghiraukan penggunaan Bahasa Indonesia dalam pergaulan nasional.
Pemuda, selaku ujung tombak keberhasilan bangsa, sudah sepantasnya menjunjung bahasa persatuan kita, bahasa indonesia.
Sebenarnya apa arti "menjunjung" dalam kalimat terakhir sumpah pemuda tersebut?
Menjunjung artinya meletakkan atau memosisikan bahasa Indonesia di atas bahasa bahasa lain yang kita ketahui, misal, bahasa asing, atau bahasa daerah. Oleh karenanya, sudah seharusnya bagi kita untuk selalu mempergunakan Bahasa Indonesia ketika kita berada pada pergaulan nasional.
Kondisi bangsa Indonesia yang multikulturalisme seperti sekarang, dimana terdapat ratusan kebudayaan daerah dengan lebih dari 400 bahasa daerah di seluruh nusantara (dan akan terus bertambah seiring penelitian dan perkembangan zaman), tentu saja memberikan tantangan tersendiri bagi para pemuda Indonesia untuk mempertahankan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pemuda Indonesia dituntut untuk selalu menjunjung bahasa Indonesia, namun tidak melupakan kebudayaan kebudayaan asli Indonesia.
Kita tentu tidak mau menjadi bangsa yang kehilangan identitas bangsa nya. Banyak negara yang sudah kehilangan bahasa aslinya dalam pergaulan masyarakat karena tergerus arus budaya asing yang masuk ke dalamnya. Timor Timur misalnya, yang sudah menjadikan bahasa portugis sebagai bahasa nasional mereka, sehingga merubah nama negara menjadi Timor Leste. Padahal Timor Timur mempunyai bahasa asli kedaerahan yang tentu saja akan menjadi identitas dan jati diri ketika bergabung dengan bangsa bangsa lain di dunia. Atau Singapura, negara kecil di semenanjung Malaka ini, sebagian besar masyarakatnya sudah menggunakan bahasa Inggris, atau Mandarin, sebagai bahasa pergaulan mereka, bahasa Melayu hanya digunakan oleh sebagian kecil warga asli dan dalam bahasa ketentaraan dan kenegaraan. Sama halnya dengan Malaysia dan negara negara lain yang lebih memilih bahasa asing mereka sebagai bahasa pergaulan mereka.
Kita tentu saja tidak mau menjadi seperti itu, kita memiliki Bahasa Indonesia yang indah, yang tertata, dan semakin sempurna dari masa ke masa. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita selalu mempertahankan eksistensi Bahasa Indonesia agar selalu menjadi bahasa yang dijunjung oleh warga masyarakatnya.
Bahasa Indonesia dalam pergaulan Internasional.
"Guru Besar Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Prof Dr Handayani, mengatakan, sampai sekarang ini sudah 45 negara yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia untuk diajarkan di sekolah di negara masing-masing."
sumber : AntaraNews
Mendengar kabar berita itu, tentu saja kita berbangga karena bahasa Indonesia ternyata diapresiasi oleh bangsa dunia untuk dipelajari. Di Inggris misalnya, orang orang Inggris selalu penasaran dengan bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia menurut mereka mengandung banyak vokal yang dan tidak terlalu sulit diucapkan seperti bahasa Melayu lainnya. Di Australia bahkan sudah lebih dari 500 sekolah yang membuka program studi Bahasa Indonesia, dan tentu saja akan selalu bertambah seiring perkembangan zaman. Selain itu bahasa Indonesia juga dipelajari di Singapura, Filipina, dan beberapa negara tetangga.
Bahasa bukan sekedar alat untuk ilmu pengetahuan, namun Bahasa adalah alat komunikasi, ketika bahasa Indonesia dipergunakan di dunia global, hal itu secara tidak langsung akan membawa Indonesia ke posisi yang lebih sejajar di antara bangsa bangsa lain di dunia.
Namun ketika bangsa lain mengapresiasi bahasa Indonesia, keadaan di dalam negeri cukup berbeda, masyarakat Indonesia masih sangat minim dalam menggunakan bahasa Indonesia. Contohnya saja pada nama nama toko, perusahaan, atau nama nama acara muda mudi, yang ditulis dengan bahasa asing, kebanyakan bahasa Inggris. Hal itu, dalam jangka waktu ke depan bisa mengikis eksistensi bahasa Indonesia. Karena jika bukan kita yang mempertahankan Bahasa Indonesia, siapa lagi?
Pemerintah pun seakan tutup mata dengan kenyataan ini, nama nama pusat perbelanjaan, nama daerah, nama perumahan ataupun nama wilayah kota sudah terlanjur dibiarkan untuk menggunakan Bahasa Asing.
Kita perlu belajar dari bangsa Jepang, yang selalu mengedepankan bahasa, aksara, dan budaya mereka tanpa takut terkucil di mata Internasional. Berbeda dengan bangsa Indonesia, yang ketika bergaul secara Internasional, masih takut dan ragu dalam menggunakan bahasa Indonesia karena takut dipandang sebelah mata oleh bangsa lain, atau takut dikucilkan. Padahal ketika kita menjunjung bahasa Indonesia, bangsa lain pun akan penasaran dan ingin mempelajari bahasa Indonesia. Oleh karena itu jangan takut dan ragu, mulailah menggunakan Bahasa Indonesia dalam pergaulan global!
Pada akhirnya, Bahasa Indonesia, adalah perintah langsung dari Pancasila yang suci agar selalu dijunjung dan dihormati. Bahasa Indonesia harusnya bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai bahasa yang mempersatukan perbedaan yang begitu banyaknya di kehidupan masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Satukan Indonesia dengan selalu menjunjung bahasa Indonesia di antara bahasa bahasa lain di seluruh dunia ini! Berbanggalah menggunakan Bahasa Indonesia!
Tidak menutup kemungkinan ketika setiap masyarakat Indonesia menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia akan menjadi salah satu bahasa yang digunakan dalam konferensi di PBB, atau dipelajari sebagai mata pelajaran wajib oleh bangsa bangsa lain di seluruh dunia. Tentunya cita cita suci ini tidak boleh dibungkam! Harus selalu dipupuk agar tumbuh menjadi sebuah kehormatan bagi nusa dan bangsa INDONESIA!
Bahasa Indonesia sebagai identitas Pancasila, identitas Indonesia!
Di sela sela ujian
Di sela sela ujian....
Di sela sela kertas ini...
Tawa renyahmu...
Tetiba aku teringat wajahmu...Di sela sela ujian...
Tetiba aku teringat kerut capekmu...Di sela sela ujian...
Aku masih sempat memandang fotomu...
Di sela sela kertas ini...
Aku selalu membayangkan kehadiranmu...Di sela sela kertas ini...
Aku menginginkan senyummu...
Tawa renyahmu...
Tiada satu pun, selain kalian, yang menguatkanku disini...
Berkutat di tumpukan kertas kertas ujian, kertas kertas penuh angka dan huruf yang bahkan selama ini tak pernah kubayangkan akan kutemui...
hanya kalian, bapak dan ibu, satu satunya alasan aku bertahan disini :-)
Keluar dari Zona Nyamanmu~!
Keluar dari Zona Nyamanmu!
Lantas untuk apa manusia hidup jika harus keluar dari zona nyaman?
Bukankah manusia hidup untuk mencari kenyamanan? Keamanan? Ketenangan?
Lantas kenapa manusia butuh untuk keluar dari zona nyamannya?
Sebenarnya apa yang hidup cari?
Pernah suatu ketika saya mengikuti sebuah kuliah motivasi, sama motivator terkenal di Indonesia, beliau berkata begini:
"Manusia hanya perlu jalan saja, kemudian nanti Tuhan akan menjatuhkan apa yang kita cari tepat di hadapan kita"
Maksudnya?
Sebenarnya hidup hanya seperti jalan di jalanan lurus (ya walaupun kadang ada tanjakan dan turunan), kadang bercabang (yang membuat bingung) dan kadang tiba tiba membelok tanpa pemberitahuan. Yang perlu kita, manusia jalani adalah menyusuri jalanan tersebut, dengan selalu berdoa bahwa nanti Tuhan akan jatuhkan "sesuatu" itu, secepatnya.
Lantas apa hubungannya dengan Zona nyaman?
Zona nyaman adalah kondisi ketika manusia mulai merasa puas dan akhirnya malas untuk melanjutkan perjalanan. Padahal yang perlu kau ingat bahwa Tuhan belum menjatuhkan apa yang kamu cari, Tuhan belum menjatuhkan. Yang kau dapatkan itu hanya sebagian kecil yang akan menghantarkanmu mendapatkan sesuatu tersebut, dengan keluar dari Zona Nyamanmu!
Semakin hari, semakin dewasa, semakin bertambah usia, semakin banyak Zona-Zona nyaman yang harus kita tinggalkan.
Sekarang kembali ke pertanyaan awalnya,
Kenapa harus meninggalkan Zona Nyaman mu sedangkan manusia hidup untuk mencari kedamaian dan kenyamanan?
Lantas apakah hidup manusia hanya bertemu zona nyaman, kemudian bersikeras keluar dari zona nyaman tersebut untuk mencari zona nyaman lainnya?
Bingung?
Awalnya saya bingung, awalnya saya tidak mengambil pusing, awalnya saya tidak mengindahkan ajakan beberapa teman dan sahabat untuk meninggalkan zona nyaman saya. Namun sekarang saya mengerti, kenapa manusia harus meninggalkan zona nyaman.
Semua keyakinan manusia saya rasa mengajarkan agar manusia hidup menjadi lebih baik dari hari ke hari. Pepatah juga mengatakan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.
Apa inti dari "menjadi lebih baik dari hari ini?"
Keluar dari zona nyamanmu!
Sekarang saya mengerti, dan saya akan coba menjelaskan kepada pembaca sekalian. Singkatnya begini, dengan keluar dari zona nyaman, ternyata kita berusaha mencari zona yang menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi.
Keluar dari zona nyaman bukan berarti kalian meninggalkan zona nyaman dan berkutat di level yang sama untuk mencari kenyamanan yang sama.
SALAH!
Keluar dari zona nyaman, artinya adalah ketika manusia mencoba meninggalkan dan melepas zona nyaman nya untuk mencari dan mendapatkan kenyamanan dengan level yang lebih tinggi.
Sebagai gambaran, coba cari cari diagram Maslow, diagram kebutuhan hidup (CMIIW). Maslow juga mengatakan bahwa kebutuhan hidup manusia akan meningkat sesuai usia atau tingkat kehidupannya. Yang awalnya hanya menginginkan kebutuhan fisiologis, sampai akhirnya aktualisasi diri. Dalam teori itu, jelas, Maslow mengharapkan agar manusia menjadi lebih baik dari hari ke hari.
Keluar dari zona nyamanmu!
Dan cari zona nyaman yang lebih baik dari zona nyaman mu saat ini!
Motivator yang menjadi mentor kami waktu itu menjelaskan contoh "keluar dari zona nyamanmu" dengan contoh yang sangaaaat sederhana. Begini:
Ketika kamu nyaman berdiam diri dalam kamar dengan internet super cepat, sementara cucian kotor mu sudah menggunung, maka beranjaklah! keluar dari kenyamananmu dan segera mencuci! Maka kamu akan mendapatkan zona nyaman dengan kepuasan diri yang lebih baik, pakaian mu sudah dicuci.
Selanjutnya ketika kamu sudah nyaman dan puas ketika pakaianmu sudah dicuci! maka beranjak lah dari zona itu, angkat pakaian keringmu! segera setrika, maka kamu mendapatkan kepuasan diri yang lebih tinggi, pakaianmu siap sedia untuk dipakai.
Namun ketika kamu sudah puas dan nyaman dengan kondisi itu, maka beranjaklah lagi! ambil sehelai pakaianmu! dan keluar lah! bertemu orang orang yang luar biasa di luar rumahmu! ambil banyak ilmu dari kehidupanmu!
Dan kamu akan mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.
Begitu seterusnya.
KELUAR DARI ZONA NYAMANMU! SEKARANG!
-Just a corat coret in the middle of the night-
BenaBook, gaya baru baca buku
Hello guys.
Postingan kali ini gue pengin (duileh pengin) cerita tentang sebuah buku yang diciptakan oleh pria tampan nan macho yaitu bang @benakribo. Mungkin kalian udah pada tau ya bahwa bang bena ini adalah seorang blogger sejati, pria multitalented sejati, artis sejati, twitterer sejati, dan bancikuis profesional.
Nah mungkin banyak yang mikir ya, kalo artis artis twitter bikin buku pasti gitu gitu aja, garing, memaksakan lucu, dan bukan pengalaman siapapun. Dan tidak akan mungkin bisa jadi pengalaman manusia manapun. Karena ceritanya terlalu mengada ada.
Tapi buku bang @benakribo ini beda. Salah satu hal yang bikin gue pengen banget dapetin bukunya bang bena ini adalah karena konten buku nya sendiri berbeda dari yang lain. Ini covernya.
Nah itu baru covernya. Baru covernya aja udah bikin gue pengin banget ngedapetin buku ini, karena bisa lo liat sendiri, covernya pun kreatiiiif banget se kreatif si penulisnya. Kalo ga percaya lu bisa liat channel youtube nya bang bena di sini. Terus lo bisa lihat video video nya bang bena yang kreatip abis!
Masih belum cukup? Nah bagi lo yang pengin liat gimana isi dalem bukunya, coba perhatikan video ini:
Nah vidio di atas memperlihatkan bocoran isi dalem bukunya bang bena gimana. Nah ini dia satu hal lagi yang bikin gue pengin banget ngedapetin ini buku. Konten atau isi buku nya beda dari yang lain men! liat aja tuh di video di atas, lo bisa liat isi dalemnya bermacem macem. Ga cuma tulisaaaaan doang yang bikin lo pasti bosen, di dalem bukunya bang bena lo bisa nemuin games games unik, BERHADIAH lagi!! manusia mana yang ga tertarik coba!!!?? Terus di dalem buku ini juga disertai riwayat idup bang bena, dari dia kecil dulu, sampe jadi jagoan kayak sekarang.
Tentu saja pengalaman nyata dong, ga ngalor ngidul! Jadi selain ngehibur, lo juga bisa belajar dari idupnya bang bena yang penuh pahit getir kehidupan! hehe
Nah sebenernya gue juga pengikut setia video video nya bang bena di youtube, terutama video tutorial nya yang dibuat kreatip dan ngga ngebosenin. Boleh kali gue promosiin buat lo yang lagi cari tutorial edit edit foto, bisa mampir disana!
Keren banget kan bukunya bang bena? Semoga gue bisa jadi salah satu yang dapetin bukunya bang bena ya! Amin!
Thanks ya udah mampir baca. muach!
Euro Trip? Why Not
Hello teman teman...
Apa kabar?
Lagi ngapain?
Lagi dimana?
Dengan siapa?
Semalam berbuat apa?
#kok kayak lagu ya..............lagunya Maroon5 !
Apa kabar?
Lagi ngapain?
Lagi dimana?
Dengan siapa?
Semalam berbuat apa?
#kok kayak lagu ya..............lagunya Maroon5 !
Tapi sebelum masuk ke topik gue harus ngebahas lirik lagu nya itu dulu.
~kamu dimana, dengan siapa, semalam berbuat...apaa??!!~~
coba lo fikir fikir ya dengan baik baik, penting banget ga sih nanya SEMALEM BERBUAT APA????
Mak gue aja ga pernah nanya semalem gue ngapain -_-
Bayangkan terjadi percakapan begini.
A: " Hay bro, apa kabar?"
B: "Baik bro.."
A: "Oh...SEMALEM BERBUAT APA???!!!"
A: "Oh...SEMALEM BERBUAT APA???!!!"
B: "........."
atau gini
C: "bang, beli bakso nya 1 ya, bungkus aje!"
D: "pake saos mas?"
C: "pake..."
D: "SEMALEM BERBUAT APA MAS???!!!!"
D: "SEMALEM BERBUAT APA MAS???!!!!"
C: "............"
Ah tapi yasudahlah ya, namanya juga karya anak bangsa, gitu gitu kan dia juga anak bangsa...
*tolong jangan berprasangka buruk dengan kata "gitu gitu"*
Nah teman teman sekalian pengunjung setia dan pengunjung yang belum setia PCC, kali ini gue bersama beberapa blogger dari kota gue (cuilah blogger, bahasa gaulnya tuh, bahasa sederhananya Tukang Gosip Penulis), sepakat buat mempersembahkan sebuah karya yang mudah mudahan bisa dinikmati khalayak ramai.
Ya, kami sepakat untuk bikin cerita dengan topik yang sama namun dengan gaya penulisan masing masing orang, kali ini temanya kira kira gini:
tempat yang paling ingin lo kunjungin suatu saat kelak di dunia ini
ITU.
Nah kali ini gue bakal cerita tentang sebuah tempat, yang selalu jadi cita cita gue untuk gue kunjungin suatu saat nanti. Sebenarnya tempat ini pernah gue kunjungin, tapi ya cuma sebagian kecil, keciiiiil banget. jadi masih dihitung sebagai mimpi yang perlu diwujudkan suatu saat nanti.
Ehm, Guys, pernah nonton film EUROTRIP kan?
Ga pernah?
Beneran ga pernah?
Kalo Hantu Binal Jembatan Semanggi pernah?
Pernah?
yaudah sama aja ceritanya.
Jadi eurotrip itu bercerita tentang seorang cowok baru lulus SMA bersama beberapa temannya, yang jauh jauh keliling Eropa dari Amerika sana buat nemuin temen email-email-an nya yang asalnya dari Jerman. jadi untuk menemukan si cewek itu dia ga langsung ke Jerman, berbekal dana seadanya mereka berkeliling dari London, Paris, sampe Bratislava, Berlin, dan Itali. Keren! Keren! dan Keren!
| Eurotrip, pilem keliling eropa |
Nah, sebenernya mimpi gue buat keliling eropa itu bukan karena adanya film ini. Jauh sebelum film ini gue tonton, gue udah punya cita cita buat nginjakin kaki di eropa dan mengelilingi benua putih itu.
Lengkapnya gini cita cita gue.
Backpackeran keliling Eropa, dimulai dari Paris, sampai berakhir di bawah Big Ben, London.
Tau kan big ben?
Ga tau??
| Yang ini mas??! |
BUKAN!! itu mah daniel mananta!!
Ini loh BIGBEN itu.
| Taraaa!!! DIS!! |
Nah, menara dengan jam gede itu namanya Big ben, itu, sampe sekarang masih jadi panutan buat penanda waktu sedunia! Sedunia men! Jadi kalo lu sering ngatur ngatur jam di Handphone ato kompi lo, pasti sering ngeliat Jakarta +7, Nah +7 nya itu yang artinya waktu Jakarta itu adalah waktu nya Big Ben ditambah tujuh!!!! Aw mantep kan!
Gue pengen banget bisa nginjakin kaki tepat di sebelah big ben, dibawah itu tuh...
Buat temen temen aja nih, info aja yang pernah gue baca, bahwa benua eropa itu masih menjadi tempat paling aman buat backpackeran, ya walaupun masih ada sebagian kecil wilayah yang kurang aman buat dipake tidur tiduran. misal daerah - daerah bekas persemakmuran Rusia dulu, yang menurut cerita para backpacker, masih sering dijumpai preman preman lokal yang malakin para backpacker.
Tetapi terlepas dari itu semua, Eropa, masih menjadi tempat nomor 1 yang paling pengen gue kunjungin di dunia ini. Bukannya gue ga cinta tanah air atau apalah itu, tapi ada beberapa hal yang bisa gue petik jika bisa keliling Eropa.
Eropa itu adalah benua yang penuh dengan sejarah. Di setiap sudut kota tersimpan sejarah sejarah dunia yang unik dan menarik. Eropa juga menjadi pusat peradaban dunia, pernah menjadi lah ya. Tau kan imperium Romawi Kuno? Atau filsuf filsuf terkenal dari Yunani? Aristoteles? Plato?
nah dengan mengunjungi eropa, selain lu bisa ngeliat keindahan arsitektur klasik modern nya yang khas, lo juga bisa mengambil banyak sekali pelajaran berharga tentang sejarah sejarah perkembangan dunia, dari dunia kuno sampe dunia modern.
Itulah, mungkin beberapa alasan yang membuat gue selalu bercita cita bisa berkeliling eropa dan menikmati saksi bisu ukiran sejarah dunia yang membentang luas. Serta yang pasti, menikmati keajaiban keajaiban buatan manusia yang dibangun rapi ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
Oke guys, pesen gue, memang tulisan ini baru mimpi, baru angan angan atau cita cita. mungkin beberapa dari kalian ngerasa gue terlalu muluk atau terlalu yakin atau terlalu apalah ya. Tapi satu pesen gue, Tuhan memeluk mimpi kita, beranikanlah diri lo buat bermimpi karena dengan bermimpi, lo paling tidak bisa lebih semangat menjalani hidup, dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi lo itu.
Masalah Tuhan memeluk mimpi kita?
Gue pernah ngalamin nya bro, sist. Suatu saat gue pasti cerita disini :-)
Kalo sekarang masih nulis mimpi, siapa yang sangka ke depannya bisa nulis mimpi yang jadi kenyataan di blog ini :-) Selamat menikmati! dan selamat bermimpi!!
YOU
MEAN
LIKE
THIS!!!
| THIS!! |
The Kampretest Person
Hello guys...
Ketemu lagi sama gue di bulan Februari ceria ini. Ah kata orang bulan Februari adalah bulan kasih sayang, karena ada Palentin kali ya, tapi menurut gue mah bulan kasih sayang itu ya bulan dimana elo lagi di dalem kandungan nyokap lo, karena pada bulan bulan itu lo selalu dimanja, selalu ditimang, ga dilepas lepas kan dari gendongan nyokap?
#krikbangetsihini
#sumpahgalucubanget
#udahgratispengenyanglucu
#huuuuuuuuuuuuuuu
Semangat Baru di Tahun yang Baru
Well Hellooooowww guuuysss.... what'cca dooing theeree??
Wah fyuh fyuh SELAMAT TAHUN BARU 2013 ya guuuyyysss!!!
Well come on di tahun yang baru ini mari tingkatkan semangat membangun bangsa dengan karya karya mu teman!! *status facebook* *jangan di copast plis* *itu dapet dari twitter mario teguh palsu* -.-










