Archive for 2018

Menulis (masih) Menyenangkan

Kalau orang zaman dulu mencoba "meninggalkan" cerita mereka untuk generasi setelah mereka melalui prasasti. Diukir di batu atau dinding gua, berbentuk tulisan ataupun hanya gambar-gambar, orang-orang dari dulu selalu berusaha menulis sesuatu. Untuk apa? Kenapa perlu diwariskan? Kenapa generasi di bawahnya harus diberi tahu?

Menulis bukan saja mencatat sesuatu yang akan jadi sejarah. Lebih jauh dari itu, lebih "sederhana" dari itu, menulis adalah salah satu cara menyenangkan dalam berkomunikasi. Sejak dahulu, para leluhur mencoba berkomunikasi kepada generasi yang tidak pernah akan ditemuinya, melalui tulisan. Semua peradaban akan mewariskan peradabannya melalui tulisan. Menulis adalah salah satu cara agar dapat berbicara kepada orang lain yang tidak pernah kita jumpai.

Zaman ini, tentu sulit--atau tidak ada sama sekali, menemukan orang yang masih mengukir pesan-pesan "peradabannya" di batu, dinding gua, dijadikan arca, prasasti atau bentuk "kuno" lainnya. Tapi sebenarnya apakah kita tidak benar-benar membuat "arca" lagi? Apa prasasti yang kita tinggalkan untuk generasi setelah kita? Bagaimana kita memberitahu mereka bahwa ada generasi dan peradaban yang sangat canggih yang pernah hidup di bumi--walaupun mungkin mereka bisa jadi lebih canggih?

Bagaimana kita meninggalkan pesan sejarah peradaban kita? 

Tulisan.

Tulisan, akan tetap menjadi prasasti terbaik yang pernah diciptakan manusia. Seribu tahun lagi, mungkin tulisan ini tidak bisa diartikan lagi. Rangkaian huruf-huruf ini mungkin tidak ada maknanya lagi. Tapi, tulisan ini akan diteliti, akan dijadikan patokan bagi generasi yang baru, bahwa mereka lahir dari peradaban maju yang berbahasa dengan baik dan teratur. 

Melalui tulisan, mereka akan menilai bagaimana leluhur mereka, sebagaimana kita menilai bagaimana orang-orang canggih yang mengukir batu untuk menyampaikan pesan bahwa dahulu ada kerajaan mahsyur di dunia. Sebagaimana kita menilai orang-orang yang menggambar (menulis) dinding gua yang ketika diteliti, ternyata gambar-gambar tersebut mengandung pesan yang dapat diterjemahkan pada bahasa sekarang. 

Menulis, masih tetap akan menyenangkan.
Thursday, October 11, 2018
Posted by prstyaarif

Site View

Coba lihat lebih ringkas di sini

Work From Home: Sebuah Fenomena.

Saat ini, dunia digemparkan dengan wabah COVID-19. Sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama beken  Corona. Jutaan orang pa...

Prasetya Arif. Powered by Blogger.

Followers

- Copyright © Datang-Tiba-Sampai - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -