Showing posts with label Rafting. Show all posts
Semalam di Pagaralam: Arung Jeram Nyam Nyam [Latepost]
Halo!
Ketemu lagi di postingan jalan jalan saya.
Kali ini saya akan nyeritain pengalaman berharga (gratisan) yang saya dapatkan beberapa minggu yang lalu.
Ya, beberapa minggu yang lalu.
Latepost banget kan.
Jangan protes dulu...
Latepost ini terjadi karena saya perlu ngumpulin data-data yang akurat terkait tempat yang telah saya kunjungi ini.
.
.
.
.
.
Selain karena akhir-akhir ini sibuk banget ngupasin kerang --"
.
.
Oke di postingan kali ini, sesuai judul, saya bakal nyeritain pengalaman waktu ikut acara Family Gathering kantor di Pagaralam.
Dan sesuai judulnya juga, bahwa postingan ini adalah sebuah Latepost, yang secara harfiah adalah sebuah postingan yang dipublikasikan secara telat atau terpaut jauh dengan waktu kejadian sehingga menghilangkan unsur aktualitasnya.
Jadi beberapa bulan sebelum Agustus 2016, kantor kami berencana mengadakan Family Gathering untuk meningkatkan keakraban dan produktivitas dalam bekerja, sekaligus menyegarkan kembali fikiran dan menghilangkan kepenatan selama bekerja. Setelah mencari-cari referensi tempat liburan yang cocok, akhirnya dipilihlah Kota Pagaralam sebagai tujuan Family Gathering kami. Pagaralam dipilih karena secara lokasi tidak terlalu jauh dari Curup, selain itu fasilitas hiburan disana juga cukup lengkap.
Perjalanan ke Pagaralam
Sabtu, 27 Agustus 2016, sekitar pukul 08.00 WIB pagi kami bersiap di kantor untuk berangkat menuju Pagaralam. Kami menyewa bus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) sebagai sarana transportasi ditambah dengan mobil dinas kantor yang disupiri oleh driver driver berpengalaman dan kuat ototnya.
| Berdoa dulu sebelum berangkat agar selamat di perjalanan |
Sekitar pukul 09.00 Pagi, setelah memastikan semua peralatan telah siap, kami berangkat menuju Pagaralam.
![]() |
| Rute Curup-Pagaralam |
Perjalanan dari Curup menuju Kota Pagaralam memakan waktu sekitar 4 jam melewati beberapa kota seperti Kepahiang, Pendopo, dan lain-lain. Jalur yang kami lewati (seperti yang tertera pada gambar diatas) sebenarnya adalah jalur yang terkenal sebagai jalur yang cukup rawan dan kurang aman. Terlebih di perbatasan antara Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Selain rawan pungli dan perampokan, kondisi sebagian ruas jalan yang rusak membuat perjalanan tidak begitu lancar. Namun syukurnya, perjalanan kami aman tanpa ada suatu kendala apapun walaupun di beberapa titik masih ada pungutan retribusi oleh masyarakat lokal. Mungkin keberadaan bus polisi yang kami tumpangi membuat nyali para rampok menciut bagaikan kerupuk yang tercebur ke air.
Sekitar pukul 13.00 WIB kami tiba di alun-alun Kota Pagaralam. Disini kami menunaikan sholat zuhur terlebih dulu di mesjid alun-alun dan menunggu petugas dari Pagaralam Rafting untuk mengantarkan kami menuju penginapan.
| Masjid Taqwa di Alun-Alun Kota Pagaralam |
Akomodasi
Setelah bertemu petugas dari Pagaralam Rafting, kami diajak menuju lokasi penginapan. Dalam perjalanan menuju penginapan, kami berhenti di rumah makan untuk melaksanakan prosesi makan siang dengan khidmat.
| Rumah Makan Lesehan Lagenda tempat kami makan siang secara lesehan |
Rumah makan ini merupakan rumah makan rekanan dari Pagaralam Rafting yang dijadikan tempat kami makan selama di Pagaralam (makan siang dan makan malam pada hari Sabtu).
| Kita makan dulu agar kuat menghadapi liburan |
Dari alun-alun Pagaralam, butuh waktu sekitar 20-30 menit untuk menuju penginapan kami. Lokasi nya berada di kaki gunung Dempo di antara luasnya perkebunan teh Pagaralam.
| Villa tempat kami menginap |
Setibanya di villa, hujan turun dengan derasnya sehingga hampir saja kami melanjutkan kegiatan dengan tidur-tidur manja. Untung saja teman-teman membawa banyak cemilan dan mainan yang bisa digunakan sebagai bahan yang manis untuk menunggu hujan reda.
Di kompleks villa ini banyak terdapat bangunan penginapan dengan berbagai jenis. Villa yang kami gunakan terdiri dari 3 kamar di setiap villa. Masing-masing kamar cukup digunakan oleh 3 orang dengan seukuran manusia Indonesia yang gizinya engga tinggi-tinggi amat. Setiap kamar juga memiliki kamar mandi sendiri dengan shower dan air panas yang berguna banget dalam kondisi cuaca dataran tinggi yang adem adem syahdu.
| Penampakan villa dari belakang |
| Pemandangan di balkon belakang villa |
| Ruang tamu villa dengan cemilan dan mainan yang banyak dan manis |
Harga sewa villa ini sekitar 1.5 juta rupiah per rumah dan harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kehendak dari pihak hotel dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan variabel-variabel lain yang diperlukan.
Akomodasi di villa ini sangat nyaman dan cocok digunakan sebagai tempat liburan bagi keluarga. Fasilitas yang diberikan juga cukup lengkap. Kompleks villa ini dijadikan sebagai one stop entertainment point yang memiliki restoran dengan live music, ruang pertemuan, kamar-kamar yang nyaman dan lain sebagainya. Banyak juga spot spot foto yang instagrammable yang menambah koleksi foto di galeri smartphone anda.
Kebun Teh Sepanjang Mata Memandang
Tepat ketika waktu Ashar tiba, cuaca mulai sedikit berkompromi dengan kami. Hujan mulai reda dan setelah menunaikan shalat, kami melanjutkan acara menuju lapangan di dataran yang lebih tinggi di perkebunan teh untuk foto bersama.
Kompleks villa ini dikelilingi oleh hamparan kebun teh yang sangat luas dan berbukit-bukit. Sejauh mata memandang, hamparan hijau pepohonan teh begitu menyejukkan mata. Di sisi jauh, nampak berdiri kokoh Gunung Dempo dengan puncak yang saat itu tertutup awan mendung. Pemandangan yang sebenarnya hampir mirip dengan suasana di Curup namun disini lebih dikelola dengan profesional dan pariwisatatif (?). Di salah satu sisi kebun teh, terdapat undakan tangga yang digunakan sebagai jalur utama menuju puncak kebun teh (walaupun bukan puncak banget karena puncak kebun teh masih sampai punggung Gunung Dempo). Di ujung barisan tangga terdapat lapangan yang biasa dipake buat foto bersama dan bercanda-tawa sembari menikmati perkebunan teh dari ketinggian. Di lapangan tersebut juga terdapat fasilitas quadmotor/ATV yang bisa disewa dengan harga 30ribu per 30 menit mengelilingi lapangan luas.
| Naik Motor Motoran dulu |
| Berpose dulu di jalur "pendakian" kebun teh |
| Pemandangan kebun teh dan kota Pagaralam (yang tidak terlihat) dari ketinggian |
| Berfoto bersama dengan latar Gunung Dempo agar para pemirsa percaya kalo kami memang benar benar ke Pagaralam |
Keunggulan dari sarana dan prasarana di hotel ini menurut saya adalah fleksibilitas yang diberikan oleh pihak hotel kepada tamu yang datang. Seperti pada Sabtu malam ini kami meminta agar dapat diadakan acara bakar-bakar jagung untuk menghangatkan tubuh di cuaca pegunungan yang dingin. Pihak hotel dengan profesionalismenya melayani permintaan kami dengan menyiapkan peralatan bakar-bakar sembari kami menikmati santap malam di rumah makan Lagenda. Pihak hotel akan mengusahakan permintaan yang diajukan tamunya untuk menjaga kenyamanan selama menginap di kompleks hotel.
| Bakar Jagung agar badan hangat dan jiwa sehat |
Untuk malam hari, setelah bakar jagung, kami memiliki waktu bebas masing-masing. Sebagian dari kami lantas beristirahat setelah letih dalam perjalanan dan menyiapkan tenaga untuk acara hari Minggu yang akan lebih melelahkan. Namun, bagi anda yang menginginkan acara lain, pihak hotel mengadakan live music band di restoran yang disulap bagai kafe yang bisa dinikmati semua tamu hotel. Menurut pendengaran saya, live music masih berlanjut hingga pukul 04.00 dinihari. Minggu yang indah. Anda juga bisa hunting foto-foto night-landscape dengan kerlap kerlip lampu di sekeliling kompleks hotel yang akan lebih membuat galeri smartphone anda lebih variatif.
Arung Jeram!!!
Esok harinya, hari Minggu, 28 Agustus 2016 adalah hari terakhir kami di Pagaralam. Hari itu akan kami habiskan dengan mengarungi Jeram bersama Pagaralam Rafting. Sebelum berangkat menuju lokasi arung jeram, kami melaksanakan sarapan dulu di restauran hotel agar tubuh menjadi fit dan siap menaklukkan sungai Lematang yang buas.
| Sarapan dulu agar kuat berenang |
Sekitar pukul 9.30 pagi kami tiba di lokasi rafting. Di starting point ini sudah tersedia peralatan arung jeram seperti perahu karet, rompi pelampung, helm pelindung, dayung dan lain sebagainya.
| Persiapan dulu sebelum berenang |
| Berfoto bersama para perenang-perenang yang handal dan bandel |
Sebelum mulai pengarungan, kami diberikan pengarahan singkat mengenai hal-hal yang harus dilakukan apabila tercebur ke air dan lain sebagainya. Pengarahan diberikan oleh guide yang profesional dan telah memiliki sertifikat sebagai guide yang terlatih untuk arung jeram.
| serius mendengarkan arahan guide |
| Kami bersenang-senang bermain air |
Agak berbeda dengan tubing rafting, pada arung jeram berperahu seperti ini, kerjasama tim sangat menentukan kelancaran kita dalam mengarungi sungai. Kekompakan masing-masing anggota perahu dalam mendengarkan aba-aba yang diberikan guide sangat penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tercebur ke jeram, perahu terbalik, dan sebagainya.
Pada awal-awal pengarungan, karena terlalu bersemangat mungkin, kami tidak terlalu mendengarkan aba-aba guide sehingga perahu kami menabrak batu di tengah jeram sehingga saya, sebagai salah satu anggota tim yang berada pada posisi paling depan, tercebur ke tengah derasnya jeram.
| Apakah pembaca melihat seorang yang berenang di antara batu-batu? |
Biaya untuk rafting bersama Pagaralam Rafting adalah 360.000 per orang. Apabila ada 30 orang, ada diskon khusus menjadi 300.000 per orang. Harga bisa berubah sewaktu-waktu loh.Bagi kalian yang berniat menggunakan kamera aksi (action cam), gunakanlah tongsis yang memiliki ujung tali yang bisa diikat di pelampung. Jangan memegang kamera di tangan karena dapat membahayakan diri dan memecah fokus. Selain itu hasil video dengan kamera di tangan tidak akan memuaskan.
Bagi kalian yang tidak sempat membawa action cam, tenang aja, sudah ada petugas dokumentasi khusus dari Pagaralam Rafting yang stand by di spot-spot tertentu. Ada juga petugas yang khusus membuat video dokumentasi dengan action cam yang mengambil gambar secara bergantian antar perahu. Kalian akan diberikan file foto dan video di finish point sebagai bahan untuk menuh-menuhin media penyimpanan digital anda.
Setelah mengarungi hamparan sungai, sekitar pukul 2 siang, kami tiba di finishing point. Di titik akhir ini ada sebuah jembatan gantung terbentang membelah sungai yang bisa digunakan oleh peserta arung jeram untuk lompat-lompat indah sembari menguji adrenalin. Video kami lompat-lompat dapat dilihat pada bagian akhir video dokumentasi yang saya buat yang link videonya akan saya taruh di akhir postingan ini.
Finishing Point Pagaralam Rafting merupakan sebuah rumah serbaguna yang menyediakan makan siang bagi peserta serta kamar mandi dan toilet untuk membersihkan diri setelah berbasah-basahan selamat mengarungi sungai.
Selepas waktu ashar, kami berkemas untuk pulang ke Curup. Di perjalanan menuju Curup kami mampir ke kios oleh-oleh dan souvenir Pagaralam untuk membeli buah tangan untuk buah hati.
Begitulah kiranya perjalanan saya bersama rekan kantor di Pagaralam. Kami tiba di Curup sekitar pukul 22.00 malam dan keesokan harinya kami harus memulai kembali Senin dengan semangat baru dan pegal-pegal yang baru.
Overall, bagi kalian yang berdomisili di sekitar Pagaralam atau bagi yang ingin mencari ketenangan dan kesegaran baru, Pagaralam bisa menjadi salah satu tujuan wisata anda bersama rekan kantor ataupun keluarga. Pagaralam dengan semua keunikannya membuat wisata anda menjadi lebih berkesan.
Bagi kalian yang ingin nanya-nanya informasi terkait Pagaralam Rafting, bisa kontak penyelenggaranya di sini:
Oiya, video dokumentasi selama di Pagaralam sudah saya rangkum dan upload di youtube yang bisa kalian tonton di channel saya atau melalui link berikut ini:
| Lompat-lompat bersama anak-anak lokal |
| Makan siang dulu sebelum pulang |
Pulang!!!
| Pagaralam mantap... |
Overall, bagi kalian yang berdomisili di sekitar Pagaralam atau bagi yang ingin mencari ketenangan dan kesegaran baru, Pagaralam bisa menjadi salah satu tujuan wisata anda bersama rekan kantor ataupun keluarga. Pagaralam dengan semua keunikannya membuat wisata anda menjadi lebih berkesan.
Bagi kalian yang ingin nanya-nanya informasi terkait Pagaralam Rafting, bisa kontak penyelenggaranya di sini:
Oiya, video dokumentasi selama di Pagaralam sudah saya rangkum dan upload di youtube yang bisa kalian tonton di channel saya atau melalui link berikut ini:
Sampai jumpa di postingan jalan-jalan berikutnya!
Ulu Musi Tubing Service : Arung Jeram Pake Ban
Halo Halo Halo....
Lama banget ga ada kabar, bukan berarti saya melupakan blog ini (ya kali biaya langganan udah dibayar). Memang sejak terjun ke dunia pergi-pagi-pulang-sore ini, waktu buat ngupdate blog agak berkurang. Selain itu emang jalan jalannya jarang :(
Baiklah, mengawali postingan di bulan September yang kata tante Vina Panduwinata ceria ini, saya bakal ceritain sebuah wahana wisata yang lumayan hits di Kota Curup.
ULU MUSI TUBING SERVICE
Apa sih Tubing itu?
Jadi sepanjang sepengetahuan saya, bahwa Tubing itu adalah water-fun-sport yang merupakan variasi dari olahraga arung jeram (Rafting Trip). Kalo ga salah olahraga arung jeram itu ada banyak jenisnya, ada yang mengarungi jeram dengan badan, cuma pake pelampung, helm, pelindung lutut dan sepatu karet khusus, namanya Body Rafting. Ada lagi yang make perahu karet (udah pada tahu lah ya). Nah khusus Tubing ini, sesuai namanya (Tube), kita mengarungi jeram make Ban Dalam (Tube). Tentu saja ban nya sudah diisi dengan senyawa angin karena apabila tidak ya percuma saja itu namanya Tubing Kempes... krik.
Singkatnya, Tubing Rafting adalah fun-sport pengarungan jeram yang alat utama dalam pengarungannya adalah Ban. Jadi kita duduk di atas ban dan arus sungai akan membawa kita melewati jeram-jeram yang memacu adrenalin. Karena wisata ini menggunakan aliran sungai Ulu Musi, jadilah wahana ini dinamakan Ulu Musi Tubing Service. Masyarakat Curup lebih mengenal wahana ini dengan nama Ulu Musi. Jadi ketika kalian diajak oleh orang Curup main ke Ulu Musi, kemungkinan besar kalian akan diajak tubing...
| Begini yang namanya Tubing Rafting Trip tuh begini |
Gimana sih kalau mau Tubing di Curup?
Nah buat kalian yang baru pertama kali ke Curup, dan mau ikut Tubing ini, kalian bisa dateng langsung ke basecamp nya. Ga jauh kok, patokan utamanya adalah STAIN Curup. Semua orang Curup pasti ngerti ini STAIN Curup. Buat lebih jelas, ini saya kasih peta menuju STAIN Curup.
![]() |
| Peta menuju STAIN Curup |
Untuk menuju STAIN Curup, ada beberapa alternatif yang bisa kalian ambil. Jika menggunakan kendaraan pribadi (ini yang paling direkomendasikan), kalian bisa nanya orang (HA HA). Atau kalo emang pada saat itu ga ada satu pun orang yang bisa, mampu, dan layak buat ditanyakan, maka kalian tinggal buka Google Maps dan atur perjalanan menuju STAIN Curup. Ambil jalan yang menuju Kabupaten Lebong nanti di sisi kanan jalan bertemulah dengan STAIN Curup. Nanya deh pokoknya nanya.
Kalo kalian menggunakan angkutan umum (angkot), pastikan kalian memilih angkot dengan warna Orange ketje yang kayaknya keberadaannya udah ga begitu banyak banget lagi. Bilang sama supirnya untuk berhenti di STAIN.
Begitu tiba di STAIN, tepat sebelum kampus STAIN (jika dari arah kota Curup), kalian akan menemukan sebuah gang dengan plang perumahan Griya STAIN. Masuk aja gang perumahan itu dan cari rumah dengan nomor 6 (enam).
Berikut alamat lengkap Ulu Musi Tubing Service.
Perumahan Griya STAIN Curup Nomor 06
Jl. Dr. AK. Gani, Dusun Curup.
Curup, Bengkulu 39119
Untuk informasi lebih lengkap kalian bisa kepoin instagram penyelenggaranya di @ulu_musi_tubing_service.
![]() |
| Di basecamp nya ada photobooth jadi bisa pamer di email temen temenmu |
![]() |
| Squad yang akan sama sama Tubing |
Perlu diketahui juga bahwa Tubing ini baru jalan kalo minimal ada 5 orang yang ikut. Pada waktu itu, total manusia yang ikut Tubing sebagai peserta berjumlah 14 orang diluar para guide.
Ngapain aja sih waktu Tubing?
Ya tubing dong! Masa bikin novel kan susah ngetiknye di air.
Jadi waktu hari Minggu 21 Agustus 2016 lalu, kami kebagian batch kedua (siang). Karena batch pertama (pagi) sudah dibooking untuk pengarungan jalur extreme oleh sekelompok bocah dari sekolahan. Oiya, jalur pengarungan tubing ini ada dua, jalur fun dan jalur extreme. Bedanya ya keliatan dari namanya. Jalur extreme lebih panjang dan jeramnya lebih deras-deras. Sehingga cocok sekali bagi kalian yang menyukai tantangan dan bebal dalam hidup. Biar bisa tobat.
Selain jalur yang berbeda, harga yang dipatok juga berbeda. Untuk mengarungi jalur fun, kalian musti menyiapkan kocek 65-70ribu per orang. Sedangkan untuk jalur extreme, dana yang disiapkan kurang lebih 125ribuan per orang. Harga-harga itu sudah termasuk asuransi apabila terjadi kecelakaan, alat rafting yang dipinjamkan, transportasi basecamp-starting point dan sebaliknya finish point-basecamp serta bonus ratusan file foto beresolusi tinggi yang akan menambah kualitas pamer anda di snapchat. Eh Instagram! Karena instagram hanya cocok untuk foto foto beresolusi tinggi sehingga para followers dan kepoers bisa dengan tenang menikmati foto anda. Jangan make foto yang ga HD dong ah. Malu sama Facebook.
Sebelum ikut tubing, menurut sang guide yang berpengalaman, ada beberapa hal yang musti disiapkan. Pertama, sebisa mungkin pake pakaian yang ga memberatkan buat berenang ketika nyemplung di air. Kedua, pakailah alas kaki yang ga gampang lepas dari kaki. Kalo pada saat itu kalian cuma pake sendal jepit, nanti kalian akan diberikan tali buat ngiket sandal ke kaki. Tujuannya biar kalo nyebur, kebawa arus, sendal ga lepas atau nyangkut di jari yang akan membuat kalian panik seperti menerima undangan pernikahan gebetan yang dua hari lalu masih ngaku belum punya pacar. Iyalah wong dia ga pacaran. Huu.
SKIP
Selanjutnya, buat yang gabisa berenang, tenang aja. Guide nya banyak dan tersebar sepanjang jalur pengarungan. Yang penting jangan panik ketika nyebur. Karena sungainya ada yang dalem banget tapi banyak juga yang cuma setinggi betis. Sehingga ga perlu panik banget...
Waktu pengarungan ditempuh kurang lebih 3 jam. Karena pada waktu itu kami mulai udah siang, sekitar jam 13.00 WIB, selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Dan untungnya, waktu tubing, cuaca tidak begitu panas, cenderung mendung sepanjang waktu, sehingga terik matahari tidak begitu membakar kulit. Tapi perlu juga buat kalian yang pengin ikutan rafting apapun, buat make krim sun block, untuk menghindari terbakarnya kulit karena terpapar sinar matahari dalam waktu lama.
![]() | |
| Siap berangkat |
Dari basecamp menuju starting point, kami diantar menggunakan mobil pick up. Waktu tempuh menuju starting point kira kira 10-15 menit aja.
Sesampainya di starting point, kami menerima briefing singkat dari guide mengenai aturan aturan dan sikap sikap yang harus dipatuhi ketika berada dalam air. Kami juga diajak pemanasan singkat untuk mengendurkan otot otot sehingga terhindar dari resiko kram ketika sedang berada di air. Karena olahraga ini sangat mengandalkan kekuatan otot otot terutama pada tangan dan kaki untuk berenang mengatur laju ban di atas air.
| Awalnya tenang. Dua menit setelah foto ini tercipta, maka paniklah beliau |
| Guide nya banyak, kuat dan berpengalaman |
Sepanjang jalur pengarungan, banyak sekali pemadangan keren yang bisa menyegarkan kembali pikiran dan menghilangkan kepenatan selama berada di kota. Beberapa jeram yang kami lewati juga menyuguhi pemandangan ngarai yang asik dan asri.
| Kalo lagi di arus tenang, kita bisa bercanda canda, tertawa tawa |
| Tapi kalo lagi di arus deras, saatnya kita fokus |
| Bagus kan pemandangannya |
| Muka Bahagia |
Ditengah tengah pengarungan, kami berhenti di checkpoint untuk mengecek kembali alat alat rafting apabila ada yang rusak atau ban kempes maka harus segera diatasi. Di spot istirahat ini kami juga diberikan air mineral dan roti sebagai bekal pengganjal perut. Di sini kami juga diberitahu bahwa pada dasarnya kami telah sampai di finishing point pertama. Loh maksudnya?
Jadi secara jalur trip, titik kami istirahat ini adalah titik finish pengarungan fun. Tapi.....bagi kalian yang masih punya nyali buat ngarungin lagi, guide nya nawarin jalur lanjutan sebagai jalur "bonus".
Jadi jalur bonus ini terbentang kurang lebih 500-700m dari titik istirahat. Jalur ini memiliki jeram yang lebih deras dan panjang (sekitar 150an meter). Kalo ban kita kebalik di jeram ini, guide ga bisa langsung nolong kecuali pas kita udah kebawa ke arus yang tenang. Jadi bener bener ngandalin diri kita sendiri. Jadi si guide nawarin kalo ada yang ga berani ngelanjutin bisa berhenti di titik istirahat ini buat nanti diangkut pake mobil ke titik finish. Karena saya orangnya penasaran dan ga mau rugi, akhirnya saya ikut dong jalur spesial ini.
Jalurnya emang spesial, arusnya lebih deras, sungainya berasa lebih lebar, terus sesampainya di jeram panjang nan deras ini, emang bantingannya kerasa banget. Kita harus bener bener pinter buat ngarahin ban biar ga nabrak batu atau terlalu keras nabrak dinding ngarai. Sebisa mungkin harus menjaga keseimbangan biar ban ga kebalik di tengah jeram.
| Jeram pamungkas |
Sekitar 20-30 menitan mengarungi jeram bonus nan spesial, sampailah kami ke titik finishnya. Lokasi finishing point ini merupakan tambang batu sungai buat material bangunan sehingga kedalaman sungainya bisa bermeter-meter akibat pengerukan oleh eskavator buat ngambil batunya. Sebenernya kalo dibikin jembatan gantung dari ujung sungai ke ujung lainnya dan dibuat fasilitas terjun ke sungai bisa bagus banget sih. Semoga ke depannya bisa lah ya.
| Para peserta Tubing Rafting selesai mengarungi jeram |
| Pose basah basahan dulu |
| Sampai jumpa lagi di lain waktu |
| Bersiap pulang ke basecamp |
Sesampainya di basecamp, kalian bisa bilas bilas diri karena penyelenggara menyediakan shower gratisan dan selang air gratisan yang bisa dipake buat cuci cuci badan dan muka. Selain itu, bagi yang ingin menghangatkan diri, penyelenggara juga menyediakan aneka makanan dan minuman instan hangat untuk menstabilkan suhu tubuh setelah berjam jam mengarungi air.
Begitulah kiranya keseruan kami bersama Ulu Musi Tubing Service. Selengkap-lengkapnya gambar dan penjelasan dalam tulisan ini, tentu saja tak mampu mewakili kegembiraan dan pemandangan luar biasa yang kami dapatkan selama mengarungi sungai. Bagi kalian yang ingin melepas penat sembari memacu adrenalin dengan wisata yang murah, Tubing Ulu Musi bisa jadi salah satu pilihan loh. Selain dapat pengalaman luar biasa, kami juga banyak kenal orang-orang baru, yang bisa diajak jalan-jalan lagi di lain hari.
Terima kasih atas semua pihak yang telah membantu terciptanya tulisan ini.
Nantikan petualangan saya selanjutnya dalam postingan-postingan lain pada blog ini.
SAMPAI JUMPA LAGI




